Dari Batu jemput Tahpol & World Cup 2014

Semangat Jambuluwuk-Batu, menjadi penggenjot citarasa perjalanan 2014 yang sedang dan akan kita lalui.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Dari Batu jemput Tahpol & World Cup 2014
Didik Supriyanto didampingi Djoko Creative di Jambuluwuk 2014. ©2014 Merdeka.com/Harris

Seperti halnya perusahaan lain, kami juga melakukan ritual tahunan untuk melakukan rencana usaha atau bahasa kerennya, business plan. Kembali kami mengambil tempat di kampung, tempat asal media ini berada: Malang, Jatim. Tepatnya di villa JambuLuwuk, Kota Batu, Jatim. Kok di situ lagi? “Dingin sih,” jawab panitia BP yang gak bisa disebut namanya.

Alhamdulillah, dalam rencana usaha secara keseluruhan grup, dari sisi pendapatan 2013, mencapai target. Bahkan terlampaui sedikit. Jadi, ada yang bisa dibahagiakan. Untuk merdeka.com sendiri, memang belum menghasilkan pendapatan signifikan, karena sejak awal kita memang mengusahakan sebulan minimal 15 juta traffic atau dua tahun publish baru menerima pemasang iklan.

Masalahnya, traffic itu sudah dicapai setahun lalu, lebih bahkan. Tapi belum setahun. Masalah juga, kita sudah melejit di peringkat Alexa untuk Indonesia di urutan 17. Posisi ketiga untuk media online setelah detik dan Kompas online. Kita tentu bersyukur meski belum menyentuh dua tahun yang akan jatuh 21 Februari nanti.

Dengan kondisi traffic sehari rata-rata 2,5 juta page views, sebulan sekitar 65 juta page views, maka kami menatap tahun 2014 makin optimis. Dengan jumlah pengunjung unik rata-rata per hari 600 ribu, serta total pengunjung bulanan mencapai 12,5 juta akhir-akhir ini, tentu memberikan vitamin lebih bagi kami. Vitamin itu juga membuat calon pemasang iklan bergairah karena kesempatan untuk menyampaikan brand semakin memberikan potensi dilihat pengunjung merdeka.com.

Nah, yang lebih menggairahkan adalah bahwa tahun ini adalah tahun politik. Maka, Pemimpin Redaksi Didik Supriyanto siap menangkap peluang itu baik dari sisi pemberitaan maupun dari sisi usaha. Ada banyak terobosan dan tawaran yang dilakukan media ini pada tahun ini, antara lain laporan khusus Pemilu dan juga rencana untuk Liputan Piala Dunia Brasil 2014. Bisa disimak halaman Pemilu-2014 (http://www.merdeka.com/pemilu-2014).

Jangan khawatir, untuk Piala Dunia sudah ditanggung sama Titis Widyatmoko, pakar sepakbola, pengamat balbalan yang sering muncul di TV yang juga setiap hari mengoperasikan seluruh isi dari merdeka.com sebagai redaktur eksekutif. Kalau tidak khawatir dengan Piala Dunia, juga tidak perlu dikhawatirkan untuk Politik, karena Pemimpin Redaksi Didik Supriyanto adalah juga mantan panitia pengawas pemilu, narasumber dan pakar pembahasan UU Politik, yang aktif diundang ke daerah untuk bicara soal pemilu dan per-dapil-an, serta aktif membantu KPU.

Semangat Jambuluwuk-Batu, menjadi penggenjot citarasa perjalanan 2014 yang sedang dan akan kita lalui, yang oleh banyak orang disebut Tahun Politik (TahPol) -- bukan Tapol -- dan juga World Cup Brasil 2014. Tentu saja, kita tak kemudian melupakan selera pembaca. Dalam beberapa liputan dan tulisan, banyak hal yang menarik disimak, bahwa pembaca muda secara jumlah memang meningkat tapi pembaca yang matang mulai mengikuti merdeka.com. Sehingga persentase rasionya merangsek. Barangkali ada beberapa pembaca situs yang banyak usia matang mulai menengok ke merdeka.com yang memang fokus di anak muda usia tumbuh di umur 15 tahun sd 24 tahun, namun masih tetap pantas untuk usia di atas itu.

Liputan semacam Bulan Soeharto, Bulan Soekarno, atau Bulan Gus Dur, masih menggoda banyak pihak. Menarik, karena menyajikan isu-isu terkini dan aktual tapi disampaikan dengan bahasa yang ringan dan mengembalikan ke sejarah aslinya. Sehingga bagi orang yang usia matang, akan terasa deja Vu, dan bagi anak-anak muda terasa mereka menjadi sedikit lebih pintar dan ilmunya nambah tentang sejarah masa silam. Laporan-laporan tersebut terasa seperti jembatan penghubung generasi yang tidak ada di media online manapun yang secara konsisten diadakan.

Dari bagian bisnis, kami juga dapat masukan untuk membuat liputan tentang potensi-potensi daerah, yakni Jelajah. Bahwa, ini menunjukkan bahwa Indonesia itu bukan Jakarta saja. Beberapa daerah sudah menyatakan mau bekerjasama dengan koordinasi dari Farahdiba dari bagian usaha. Bila mau bekerjasama soal liputan potensi daerah ini bisa ke redaksi@merdeka.com atau ke farahdiba@kapanlagi.net.

Apa cuma itu yang bisa disampaikan ke pambaca? Maaf, tidak bisa semua bisa disampaikan. Kalaupun disampaikan, juga belum tentu semua perlu buat pembaca. Sebab, rapatnya sendiri berlangsung selama 2 hari penuh. Sebagai media massa, tidak bagus menyampaikan hal-hal yang bersifat internal terlalu banyak. Harus tetap mengingat massa, agar membaca media ini.

Akan ada sedikit perubahan perwajahan dan juga di back end yang akan dilakukan, tapi diharapkan tidak akan mengganggu citarasa pembaca yang sudah terlena. Tidak mudah untuk menjadikan orang lain cerdas, namun kita juga harus tetap berusaha tampak cerdas. Let’s be smart together.

Halaman
Rekomendasi