Kwartet APEC pasang status apek

"Jadinya, untuk liputan, kami biasa berangkat pagi, pulang jauh malam," kata Anwar.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Kwartet APEC pasang status apek
APEC News Hunter. ©2013 Merdeka.com/djoko poerwanto

Usai sudah gelaran KTT APEC di Bali. Ini event internasional pertama yang melibatkan banyak kepala negara (20 pemimpin dunia) yang menjadi garapan merdeka.com. Hasilnya, seperti kita ketahui, 7 kesepakatan pemimpin dunia disampaikan di Pulau Dewata.Sebagai gelaran internasional, kami pun serius menggarapnya. Kwartet tim merdeka.com diterjunkan sejak 3 Oktober hingga tuntasnya acara pada 9 Oktober. Adalah Anwar Khumaini, Laurencius Simanjuntak, Yulistio Pratomo, dan Ardyan M Erlangga yang mendapat penugasan tersebut.Di antara peliput, tim kami adalah formasi dengan berbagai spesialis. Peristiwa APEC lebih banyak membahas secara bisnis kawasan, untuk itu Ardyan yang selama ini ditugaskan di desk Uang (bisnis dan ekonomi) menjadi target penugasan. Lulusan sastra Inggris dari UNY ini, memiliki kompetensi untuk bisa menyerap informasi secara benar dan presisi yang bisa disajikan kepada publik. Meeting-meeting resmi adalah tanggung jawab dia.Sedangkan Momo -- panggilan Y Pratomo -- mendapatkan penugasan karena sehari-hari dia ngepos di istana kepresidenan dan sekretariat negara. Begitu juga Anwar -- lulusan UGM hukum -- adalah sebelumnya wartawan istana. Sehingga hal yang berkaitan dengan info-info orang dekat istana, bisa didapat. Oh ya, Momo mendapat tugas tambahan: sopir. Dia yang paling mondar-mandir ke tempat-tempat liputan bila ada di luar Nusa Dua.Sebagai penguat, kami mempercayakan pada Lauren yang serba bisa. Lulusan filsafat UGM dan master komunikasi UI ini, mendapat tugas menelisik isu-isu yang di luar mainstream. Dan, tugas tambahannya adalah sebagai fotografer dadakan. Meski dadakan, jepretan dia lumayan. Dan, yang pasti cepat tak kalah dengan kantor berita karena sebelum berangkat mendapat pelatihan singkat pemanfaatan teknologi fotografi dan pengirimannya ke database foto merdeka.com.Meliput acara seperti APEC, bukan sekadar pertemuan antarpemimpin dunia semata. Namun, pertemuan-pertemuan sebelumnya yang dilakukan para pejabat setingkat menteri atau SOM (senior official meeting), tak kalah padatnya. Dan, di Bali ini, ditambah pertemuan bisnis antar eksekutif dan pengusaha di masing-masing kawasan. Jadinya, seru.Pertemuan APEC, seperti diketahui dilakukan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). Ini tempat pertemuan yang dikepung berbagai hotel bintang 5 dalam kompleks Nusa Dua. Belasan hotel ada di situ. Dalam melakukan liputan, diatur bahwa tidak boleh mobil mondar-mandir di sana, kecuali delegasi tingkat tinggi. Selain delegasi pemimpin dunia, yang mondar-mandir di Kompleks Nusa Dua adalah shuttle bus.Pertemuan non kepala negara, tidak semua dilakukan di Nusa Dua. Ada yang dilakukan di kawasan Jimbaran yang berjarak 5-7 km sebelah barat Nusa Dua. Bahkan ada yang kawasan Kuta yang berjarak sekitar 30-40 menit dari Nusa Dua. Penginapan tim liputan merdeka.com ada di kawasan Kuta. Mengapa? Sejak Agustus, hotel di kawasan Nusa Dua fully booked. Kami tidak dapat akomodasi di kawasan tersebut."Jadinya, untuk liputan, kami biasa berangkat pagi, pulang jauh malam," kata Anwar Khumaini, koordinator liputan di acara APEC.Sebab, kalau tidak demikian, meleng sedikit, tidak bisa menangkap isu-isu yang berkembang. Karena ritme liputan seperti itu, seperti biasa, sehari mandi sekali cukup.Dengan tingkat humadity Bali yang lumayan panas, bisa dibayangkan sendiri kondisi pakaian. Tak heran, Anwar pun menulis di statusnya di BB-nya: Habis APEC jadi apek (bau tak sedap). Pembaca, itulah serba-serbi di balik suka duka meliput helatan internasional.

Halaman
Rekomendasi