Merdeka Award 2021: Jas Pak Haji dan Kolaborasi Semua Lini

Senin, 12 April 2021 18:08:04 Reporter: Merdeka
Merdeka Award 2021: Jas Pak Haji dan Kolaborasi Semua Lini Panitia Merdeka Award 2021. ©2021 Merdeka.com

Kami merasa perlu memberikan apresiasi kepada para pejuang kemanusiaan. Mereka yang bekerja dalam diam, menolong sesama, membantu orang lain untuk bertahan melewati masa Pandemi Covid-19. Ini mimpi bersama seluruh divisi di merdeka.com.

Ide awal itu diketok palu dan disahkan saat rapat kerja tahunan redaksi merdeka.com di Puncak, Bogor, awal 2021. Segala daya dan upaya harus dilakukan. Niat baik harus terlaksana, meski dalam keterbatasan.

"Ini cara kita memberikan apresiasi untuk mereka yang telah memberikan inspirasi kepada banyak orang di tengah segala keterbatasan sosial akibat pandemi covid-19," ujar Pemimpin Redaksi merdeka.com, Ramadhian Fadillah.

Duet Pemred Ramadhian Fadillah dan Wapemred Muhammad Hasits punya misi meng-gol-kan proyek ini dalam rapat kerja tahunan grup KLY. Gayung bersambut. Merdeka Award 2021 disetujui dan masuk dalam program tahunan KLY. Bagian dari rangkaian acara ulang tahun merdeka.com ke-9.

Redaksi tidak bisa berjalan sendiri. Perlu kolaborasi. Berjalan dalam gerak langkah yang sama. Tim dari divisi lain mendukung dan bekerja sama dengan baik. Mulai dari tim sales di bawah komando Mbak Sinta Nasution, tim Marcomm yang digawangi Mas Adam Saputra, tim Sosial Media yang diasuh mas Eko Kose, tim multimedia dengan mas Adri sebagai ketua regu, hingga tim GA yang dikoordinir mas Dede. Dari tim redaksi, tentu saja di bawah bimbingan Pak Haji Hasits.

Sejak awal sudah diputuskan. Merdeka Award bukan perlombaan. Ini adalah bentuk apresiasi. Jadi tidak ada istilah juara 1 atau juara 2. Mereka yang mendapat apresiasi, mewakili semua orang baik di negeri ini.

Rapat persiapan dilakukan sekali dalam sepekan. Kadang dua kali. Kalau mendesak, bisa tiga sampai empat kali. Tak terpengaruh putaran waktu. Di mana saja, kapan saja. Di sela pekerjaan dan rutinitas masing-masing, tim yang terlibat selalu punya waktu untuk fokus mempersiapkan Merdeka Award.

©2021 Merdeka.com

Tema ditetapkan bersama. Inspirasi di Tengah Pandemi. Kami menggandeng empat lembaga pemerintahan untuk proses seleksi penerima penghargaan. Yakni Kantor Staf Presiden, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Koperasi dan UMKM, Kementerian Komunikasi dan Informatika. Rapat koordinasi dengan kementerian juga melibatkan berbagai divisi di merdeka.com. Ini kerja bersama.

"Untuk beri penghargaan ke orang baik, perlu libatkan banyak orang baik juga," kata Wapemred merdeka.com, Muhammad Hasits yang biasa disapa Pak Haji.

Berbagai persiapan dilakukan. Dari mulai hal pokok yaitu kategori dan penerima penghargaan, lokasi acara, makanan, sampai soal protokol kesehatan. Mengingat acara digelar saat kondisi di tanah air masih dilanda pagebuk alias Pandemi Covid-19.

Untuk kali ini, semua tim yang terlibat bertransformasi menjadi tim event organizer alias EO. Tim berbagi tugas. Ada yang mengurus venue, menyusun detil acara, hingga menyiapkan akomodasi dan penginapan bagi para penerima penghargaan.

"Maaf ya kalau saya agak cerewet ke semua tim, karena waktunya sudah mepet dan acara ini harus berhasil," ujar Mbak Sinta.

Redaktur Pelaksana merdeka.com Didi Syafirdi mencairkan suasana. "Enggak masalah Mbak Sinta. Kan itu cuma buat Pak Haji," kata Didi. Seruan itu kami anggap sebagai bentuk perhatian.

©2021 Merdeka.com

Merdeka Award diputuskan digelar di 'rumah sendiri'. Bahasa kerennya, di Head Office KLY, kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat. Mas Adam dan tim Markom punya tugas besar. Menyulap kantor menjadi lokasi acara yang keren. Tim Marcom berinovasi. Kreativitas kadang lahir dari keterbatasan. Hasilnya, bisa dilihat. Tak mengecewakan.

Tim Multimedia juga berkreasi. Menyusun strategi agar kamera bisa menangkap berbagai sudut. Memastikan visual streaming Merdeka Award tidak kalah dari acara penghargaan para artis ibu kota.

Sementara tim redaksi dan sales government menyiapkan berbagai materi yang dibutuhkan. Termasuk rapat bersama lembaga pemerintahan yang diajak bekerja sama.

Di sela-sela rapat persiapan Merdeka Award, Pak Haji masih menyimpan persoalan. "50 Persen persoalan kita selesai kalau kita sudah punya jas. Minimal blazzer buat acara nanti," seloroh Pak Haji.

Pak Haji ada benarnya. Bagi wartawan yang terbiasa seleboran, memang jarang punya pakaian untuk acara resmi. Beberapa awak redaksi memutuskan berburu jas dan blazzer di Pasar Baru.

Soal memilih jas yang pas tak semudah membalikkan telapak tangan. Beruntung, masih ada jas yang tersimpan untuk kami. Termasuk Pak Haji yang menemukan jas yang membuat tingkat kepercayaan diri naik drastis hampir 60 persen.

"Kalau pakai jas gini, kita enggak kalah ganteng sama Adam," celetuk Pak Haji.

©2021 Merdeka.com

Akhirnya hari itu tiba. Hari untuk pemberian apresiasi kepada pejuang kemanusiaan dan orang baik di negeri ini yang bekerja dan menumbuhkan optimisme saat Pandemi. Kami bersiasat. Karena protokol kesehatan, maka acara dibagi per kategori. Dari pagi hingga sore hari. Hampir semua penerima penghargaan datang. Dari berbagai pelosok nusantara.

Tiga petinggi negeri hadir memberi penghargaan. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Bahkan Moeldoko sempat berbincang santai dengan penerima penghargaan kategori sosok inspiratif di tengah Pandemi.

Setelah semua rangkaian acara rampung, Pemred merdeka.com Ramadhian Fadillah punya harapan. "Semoga kebaikan terus menyebar, semoga terus menginspirasi," harapnya.

Kesuksesan Merdeka Award tidak lepas dari prinsip gotong royong. Pak Haji menumpahkan keharuannya karena kolaborasi semua lini. "Saya terharu, semua tim dari berbagai divisi kompak," kata Pak Haji terkesan.

"Ini salah satu project yang kolaborasinya terasa banget. Terima kasih semuanya semoga tahun depan kita bikin yang lebih besar lagi," ujar Adam mengamini.

Senada dengan Adam, Mbak Sinta juga punya harapan sama. "Kolaborasi yang luar biasa. Tahun depan kita bikin lagi yang lebih besar," katanya.

©2021 Merdeka.com/Imam Buhori

Para menteri yang hadir juga memberi kesan positif. Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar melihat kategori penghargaan dalam Merdeka Award sederhana, namun punya makna dalam.

"Saya nilai bagus sekali. Sederhana tapi mengena dan bermakna," ujar pria yang akrab disapa Gus Menteri saat Acara Merdeka Award 2021.

Pembaca yang baik, ini adalah sekelumit cerita di balik penyelenggaraan Merdeka Award yang telah digelar Maret 2021. Cerita yang kami bagikan sebagai bagian dari perjalanan merdeka.com memberikan apresiasi kepada orang-orang baik.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu terlaksananya Merdeka Award 2021. Tidak bisa kami ucapkan satu per satu. Apresiasi dan penghargaan ini diharapkan menjadi penyemangat bagi semua pihak untuk terus menanam benih kebaikan dan kesetiakawanan sosial.

Sahabat merdeka, mari bersama-sama menghadirkan kebaikan kepada semua orang. Sebab, yang terpenting dari segalanya adalah kemanusiaan.

[noe]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini