Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Apresiasi ini terkait konsistensi dalam menyelenggarakan agenda budaya berkualitas tinggi. Festival Gandrung Sewu, tarian kolosal khas Banyuwangi, telah memukau banyak pihak.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Erwita Dianti, menyaksikan langsung perhelatan akbar ini. Acara digelar di Pantai Marina Boom Banyuwangi pada Sabtu (25/10). Ia menegaskan komitmen Banyuwangi yang konsisten menggelar festival sejak tahun 2012.
Pergelaran tahun ini menandai tahun ke-13 Festival Gandrung Sewu. Event ini juga telah empat tahun berturut-turut masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN). Ini membuktikan kualitas dan daya tarik festival tersebut di mata nasional.
Advertisement
Advertisement
Konsistensi dan Pengakuan Nasional Festival Gandrung Sewu
Festival Gandrung Sewu adalah bukti nyata komitmen Banyuwangi dalam melestarikan budaya lokal. Sejak 2012, tari kolosal ini rutin digelar tanpa absen. Konsistensi ini menjadi kunci pengakuan nasional terhadap event tersebut.
Erwita Dianti menyatakan, "Ini adalah tahun keempat Festival Gandrung Sewu masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN), yang membuktikan komitmen Banyuwangi menyelenggarakan agenda berkualitas secara konsisten." Pengakuan KEN menempatkan festival ini sebagai salah satu pertunjukan tari kolosal terbaik. Ini juga menunjukkan dedikasi Banyuwangi dalam menjunjung kearifan lokal.
Sebagai bentuk apresiasi, Erwita Dianti menyerahkan Piagam KEN kepada Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Penyerahan piagam ini merupakan simbol penghargaan atas upaya Pemkab Banyuwangi. Upaya ini meliputi menjaga tradisi dan menghadirkan agenda budaya berkualitas tinggi.
Advertisement
Advertisement
Dorongan Ekonomi Lokal dan Target Pariwisata Nasional
Kementerian Pariwisata memiliki target ambisius untuk sektor pariwisata Indonesia di tahun 2025. Kemenpar menargetkan 1,08 miliar pergerakan wisatawan Nusantara. Selain itu, 15 juta kunjungan wisatawan mancanegara juga menjadi sasaran utama. Konsistensi Banyuwangi menggelar Festival Gandrung Sewu diharapkan mendukung pencapaian target ini.
Erwita Dianti menekankan pentingnya sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Kolaborasi erat dengan masyarakat, pelaku industri pariwisata, seniman, dan pelaku ekonomi kreatif juga sangat dibutuhkan. Festival Gandrung Sewu menjadi contoh bagaimana event budaya dapat menjadi motor penggerak pariwisata.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengungkapkan bahwa Festival Gandrung Sewu melibatkan 2.500 seniman. Sekitar 1.400 penari dari Banyuwangi dan daerah lain turut memeriahkan acara. Keterlibatan banyak pihak ini menciptakan efek ganda signifikan bagi ekonomi daerah.
Advertisement
Bupati Ipuk menambahkan, "Inilah yang kami maksud dengan efek ganda, agenda mampu menggerakkan ekonomi daerah, penginapan penuh, warung-warung rakyat ramai pembeli, pedagang laris hingga penyewaan kendaraan juga ramai." Festival ini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menjadi sumber pendapatan dan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Sumber: AntaraNews