Kota Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam penyediaan energi bersih dan terjangkau bagi warganya. Pemerintah Kota Jambi, melalui Wali Kota Maulana, baru-baru ini menandatangani nota kesepahaman penting dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI.
Kesepakatan ini mengalokasikan sebanyak 13.235 sambungan rumah (SR) jaringan gas (jargas) untuk Kota Jambi yang akan direalisasikan pada tahun 2025. Penandatanganan dilakukan secara serentak bersama 14 Kepala Daerah Kabupaten/Kota lain yang juga menerima alokasi serupa.
Proyek ambisius ini tidak hanya menjanjikan kemudahan akses energi, tetapi juga diharapkan membawa dampak ekonomi positif bagi masyarakat. Pembangunan jargas ini akan dimulai pada November 2025 dan ditargetkan selesai pada Mei 2026.
Advertisement
Advertisement
Wali Kota Jambi, Maulana, secara langsung menandatangani nota kesepakatan bersama Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM RI, Laode Sulaeman. Penandatanganan ini menegaskan keseriusan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar energi masyarakat.
Maulana menekankan bahwa perluasan jaringan gas ini memiliki dua manfaat utama. Pertama, jargas memberikan kemudahan dalam pemenuhan kebutuhan energi rumah tangga sehari-hari tanpa harus repot mencari atau membeli tabung gas. Kedua, proyek ini membawa dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat dan daerah.
"Ini adalah bentuk kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya energi rumah tangga. Dengan adanya sambungan gas langsung ke rumah, warga yang berpenghasilan rendah, kini bisa berhemat dari sisi pengeluaran harian," ujar Maulana.
Advertisement
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa program jaringan gas Kota Jambi ini dirancang untuk meringankan beban ekonomi warga, terutama mereka yang memiliki penghasilan terbatas. Penghematan dari sisi pengeluaran energi diharapkan dapat dialihkan untuk kebutuhan pokok lainnya.
Advertisement
Pembangunan 13.235 sambungan rumah jaringan gas di Kota Jambi akan dilaksanakan dengan mekanisme tahun jamak. Proses konstruksi dijadwalkan akan dimulai pada bulan November 2025 dan diperkirakan akan rampung pada bulan Mei 2026. Ini menunjukkan perencanaan yang matang untuk memastikan kelancaran proyek.
Alokasi sambungan rumah tangga baru ini akan difokuskan di dua kecamatan. Kecamatan tersebut adalah Kota Baru dan Alam Barajo, yang sebelumnya juga telah menjadi bagian dari program jargas. Pemilihan lokasi ini kemungkinan berdasarkan pada kepadatan penduduk atau kebutuhan energi yang tinggi.
Sebelumnya, Kota Jambi telah memiliki pengalaman panjang dalam pembangunan jaringan gas rumah tangga. Sejak tahun 2012 hingga 2020, pemerintah setempat telah berhasil membangun dan mengoperasikan 11.045 sambungan rumah aktif. Jaringan ini tersebar di beberapa kecamatan seperti Kota Baru, Jelutung, Alam Barajo, Telanaipura, Danau Sipin, Jambi Selatan, Jambi Timur, dan Pasar Jambi.
Advertisement
Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, juga menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari program yang lebih besar. Pemerintah pusat telah mencanangkan Program Satu Juta SR Jargas, yang menunjukkan skala nasional dari upaya penyediaan energi bersih ini.
Sumber: AntaraNews