Waspada, Salah Menyumbang Bisa Membuatmu Terjerat Pidana Pencucian Uang

Jumat, 16 Agustus 2019 19:38 Reporter : Merdeka
Waspada, Salah Menyumbang Bisa Membuatmu Terjerat Pidana Pencucian Uang Wakil Kepala PPATK Dian Ediana Rae. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Money laundering atau pencucian uang saat ini merupakan salah satu tindak kejahatan yang kerap ditemukan. Utamanya oleh pihak koruptor yang hendak menyamarkan asal usul uang hasil kejahatannya.

Namun begitu, masyarakat biasa yang tak bersalah juga rupanya bisa ikut terjerat pidana pencucian uang. Seperti kasus hendak berderma dengan menyumbangkan uang namun malah terjerat pasal hukum. Bagaimana ceritanya?

Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Dian Ediana Rae, mengatakan pelaporan atas kasus transaksi mencurigakan kini semakin marak beredar. Dalam sehari, dia menyampaikan, itu bisa mencapai sekitar 300 laporan.

"Sebetulnya kalau lihat ilustrasi sederhana saja, transaksi mencurigakan yang dilaporkan kepada kita sehari bisa mencapai mungkin sekitar 300 (laporan), di seluruh Indonesia. Itu satu semester bisa mencapai angka 6.000," jelas dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Kantornya, Jakarta, seperti dikutip Jumat (16/8).

Lebih lanjut, Dian mengutarakan, warga biasa juga secara tidak langsung bisa ikut terlibat dalam sistem kejahatan money laundering dan terjerat pidana. Ini terjadi dalam beberapa kasus, seperti peminjaman rekening bank pribadi hingga menyumbangkan dana kepada sebuah organisasi yang ternyata berkedok terorisme.

"Bisa saja secara tidak langsung. Misalnya ada orang minjam rekening pribadi orang lain. Orang kadang-kadang yaudahlah tidak apa-apa pakai. Itu otomatis pasti kena, baik sebagai pelaku atau pelaku pasif," urai dia.

"Atau katakanlah kita mau nyumbang ke organisasi keagamaan atau NPO (Non-Profit Organization). Tapi ternyata organisasi ini membiayai terorisme. Kena juga pendanaan terorisme," dia menambahkan.

Oleh karena itu, dia menghimbau kepada setiap warga negara agar memiliki kesadaran akan bahaya tindak pidana pencucian uang. Dia pun menyarankan, agar kita dapat lebih cermat sebelum memberikan sumbangan kepada pihak yang belum dikenal.

"Jangan-jangan yang saya danai ternyata adalah kelompok-kelompok teroris misalkan. Sama saja seperti kasus korupsi tadi, kalau rekening tadi dipakai jangan percaya. Bisa saja itu dipakai untuk nampung duit korupsi, atau dipakai untuk kasus kejahatan lain. Sering kita menemukan kasus seperti itu," tuturnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6 [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini