Waskita Beton Precast Dapat Kontrak Rp1,2 Triliun Bangun Tol Trans Sumatera

Rabu, 5 Februari 2020 20:36 Reporter : Irwanto
Waskita Beton Precast Dapat Kontrak Rp1,2 Triliun Bangun Tol Trans Sumatera Tol Trans Sumatera. Maulandy ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Waskita Beton Precast (WSBP) meraih kontrak suplai proyek pembangunan tol Trans Sumatera pada 2020 senilai Rp1,2 triliun. Nilai ini bertambah tiga kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya Rp360 miliar.

Manajer Plant Gasing Palembang PT WSBP, Ngasri Yaumi Wijayanto mengungkapkan, peningkatan nilai kontrak seiring dengan bertambahnya proyek strategis nasional di pulau Sumatera, terutama pembangunan tol. WSBP dipercaya sebagai penyuplai precast dan semen ready mix.

"Kontrak tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya, tahun ini senilai Rp1,2 triliun," ungkap Ngasri, Rabu (5/2).

Dijelaskannya, kontrak proyek yang digarap adalah suplai precast pada tol Kayuagung-Palembang-Betung seksi tiga dan empat sepanjang 40 kilometer dan Indralaya-Prabumulih sepanjang 65 kilometer. Sedangkan di luar Sumsel yakni tol Tebingtinggi-Parapat, Kuala Tanjung-Indrapura, Indrapura-Kisaran di Sumatera Utara dan Banda Aceh-Sigli Pidie.

"Kami optimistis bisa memenuhi semua permintaan dalam kontrak karena dalam sehari kami bisa berproduksi senilai Rp2 miliar sampai Rp2,5 miliar," kata dia.

1 dari 1 halaman

Tingkatkan Kualitas SDM

sdm rev2

Sementara itu, General Manager (GM) Resiko dan K3L PT WSBP Irvan Pandjaitan mengatakan, untuk mendukung optimalisasi produksi, diperlukan peningkatan pemahaman tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kinerja pekerja salah satunya dipengaruhi dari hidup sehat dan tidak menghindari konsumsi narkoba.

"Sebagai komitmen kami, seluruh pegawai di Palembang sebanyak 550 orang dites urine kerjasama dengan BNN, kami tak ingin ada pekerja yang menjadi pemakai," kata dia.

Jika ada pekerja terbukti terlibat dalam kasus itu, komitmen perusahaan adalah melaksanakan pemecatan. Sebab, penggunaan narkoba dapat mempengaruhi suasana kerja yang memicu terjadinya kecelakaan kerja.

"Kami tidak ada pandang bulu terhadap pekerja yang konsumsi narkoba, baik di dalam maupun di luar pabrik. Ini tujuannya untuk optimalisasi produksi," pungkasnya. [idr]

Baca juga:
Ekspresi Dirut PT Waskita Beton Precast DJarot Subana Usai Diperiksa KPK
KPK Periksa Dirut PT Waskita Beton Precast Terkait Korupsi Proyek Fiktif
Waskita Karya Target Proyek Arena Aquatic Papua Senilai Rp401 M Selesai Juli 2020
TSG Global Holdings Gandeng 10 Perusahaan Indonesia Garap Megaproyek di Kongo
KPK Panggil 9 Karyawan PT Waskita Karya Terkait Korupsi Subkontraktor Fiktif

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini