Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Wamen BUMN: Kata Ahok, Dia Dirut yang Menyamar Jadi Komisaris Utama

Wamen BUMN: Kata Ahok, Dia Dirut yang Menyamar Jadi Komisaris Utama RDP Komisi VII Bahas Freeport. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) beberapa waktu lalu sempat menyinggung peran baru Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di PT Pertamina (Persero) sebagai komisaris utama (komut) yang terlalu dominan. Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade bahkan menjuluki Ahok sebagai komisaris rasa direktur utama (dirut).

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Budi Gunadi Sadikin (BGS), justru menyampaikan pernyataan yang bertolak belakang. Dia mengatakan telah berbincang dengan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut, yang melabeli dirinya sebagai Dirut Pertamina bertopeng komisaris utama.

"Pak Ahok bilang ke saya, tidak, itu salah. Ini kita dirut yang menyaru jadi komut. Gitu kata pak Ahok," ucap Budi Gunadi Sadikin saat ditemui di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Kamis (6/2).

Sebelumnya, Andre Rosiade sempat menyentil peran Ahok sebagai Komut yang dianggapnya lebih banyak tampil di depan publik ketimbang Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati. "Karena yang tampil biasanya pak Ahok, mungkin ada komisaris rasa dirut," ungkap Andre saat rapat dengar pendapat Komisi VI DPR bersama Kementerian BUMN, Pertamina dan PLN pada Senin 3 Februari 2020 kemarin.

Dia juga meminta kepada Wakil Menteri BUMN 1 Budi Gunadi Sadikin untuk terus memantau kinerja Ahok sehingga tidak menyalahi jabatannya sebagai Komut Pertamina. Andre juga meminta agar memberikan kesempatan kepada Nicke untuk lebih memberikan penjelasan terkait perusahaan di hadapan publik.

"Berharap ke depan itu disampaikan pak Wamen, jangan terlalu majulah (Ahok). Jangan sampai orang bicara ada komisaris rasa dirut," imbuh Andre.

Menko Luhut: Penolak Ahok di Pertamina itu Orang yang Tidak Jujur

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, menyebut bahwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sangat cocok menduduki jabatan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Ahok dinilai memiliki kemampuan untuk mengawasi Pertamina

"Pertamina itu sumber kekacauan paling banyak," kata Luhut di Kantor Kementerian Bidang Maritim dan Investasi, Jakarta, Selasa (10/12).

Luhut menceritakan dalam sebuah rapat dia bertemu dengan Ahok. Saat itu dia menyampaikan untuk melakukan pembenahan di tubuh Pertamina.

"Pas rapat saya bilang, 'Pak Ahok tuh kerjain itu barang (Pertamina)'. Dia kan senang yang gitu-gitu ," cerita Luhut.

Kata Luhut, pihak yang menolak kehadiran mantan Gubernur DKI Jakarta itu adalah orang yang posisinya terancam. Sebab, dia tak mau diperiksa dan cenderung tidak jujur.

"Kalau yang protes itu orang yang enggak suka diperiksa, enggak jujur," ujarnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu KencanaSumber: Liputan6.com

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP