Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Virus Corona Pukul Kinerja Ekspor Impor Indonesia dengan China

Virus Corona Pukul Kinerja Ekspor Impor Indonesia dengan China Warga Filipina Borong Alkohol. ©2020 REUTERS/Eloisa Lopez

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, menyebut bahwa dampak sebaran virus corona China tidak hanya berpotensi mengganggu sektor pariwisata di Tanah Air. Melainkan juga sektor perdagangan. Salah satunya, turunnya impor barang dari China.

"Misalnya banyak produk yang kita impor dari China akan berkurang, misalnya buah buahan, sehingga kemungkinan permintaan dari kita berkurang," kata dia kepada merdeka.com, Minggu (2/2).

Tak hanya impor, beberapa produk ekspor Indonesia ke China juga akan melemah. Sebab, secara otomatis negeri Tirai Bambu tersebut akan mengurangi jumlah permintaannya. "Apalagi secara global banyak pabrik di China yang mengurangi produksi karena penduduk tidak bisa bekerja," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, menaruh kekhawatiran dengan dampak ekonomi dari adanya virus Corona yang mematikan. Menurutnya, isu ini akan menjadi masalah baru bagi perekonomian dunia.

"Yang terbaru adalah outbreak Corona di China. Tentu ini kan menjadi persoalan-persoalan baru untuk perekonomian dunia," kata Menko Airlangga.

Dampak paling terasa dari adanya virus Corona yakni akan berimbas pada kondisi pariwisata Indonesia. Di mana, wisatawan mancanegara asal China akan turun drastis. "Sudah pasti pariwisata dari China akan terganggu," kata dia.

China Salah Satu Mitra Dagang Terbesar Indonesia

satu mitra dagang terbesar indonesiaRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengkhawatirkan apapun yang menjadi sentimen pada perekonomian China. Sebab, negeri panda tersebut merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia.

Semua hal yang mengganggu perekonomian China akan berdampak pada kinerja ekspor impor Indonesia. Contohnya perlambatan ekonomi.

"Gross yang totalnya lebih lemah itu kontribusinya sebagian dari RRT (China) sebagai ekonomi terbesar kedua, termasuk di negara Eropa, jadi ini pasti akan pengaruhi kinerja ekspor kita. Impor kita tergantung pada ekspor impor yang selama ini memang dibutuhkan untuk berproduksi," ujarnya.

Dia mengatakan Indonesia harus jeli melihat semua faktor yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi atau sebaliknya. "Dalam hal ini kalau kita lihat dari sisi konsumsi, dengan terjaganya inflasi, dan berbagai upaya untuk jaga distribusi dan daya beli masyarakat terjaga," ujarnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP