Vaksin Covid-19 dari Pfizer Belum Jadi Prioritas Pengadaan Vaksin di Indonesia

Selasa, 10 November 2020 17:19 Reporter : Anisyah Al Faqir
Vaksin Covid-19 dari Pfizer Belum Jadi Prioritas Pengadaan Vaksin di Indonesia Ilustrasi Vaksin Covid-19. ©2020 REUTERS

Merdeka.com - Dua perusahaan farmasi asal Amerika Serikat yang bekerja sama dengan Jerman dikabarkan berhasil menemukan vaksin Covid-19 yang memiliki efek samping rendah. Pfizer dan BioNTech SE berhasil mencegah infeksi hingga lebih dari 90 persen dalam sebuah penelitian melibatkan puluhan ribu sukarelawan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, vaksin Pfizer bisa menjadi salah satu pertimbangan dalam pengadaan vaksin di Tanah Air. Namun sejauh ini, Pemerintah Indonesia belum memasukkan vaksin Pfizer sebagai salah satu alternatif pengadaan vaksin.

"Jadi Indonesia tentunya salah satu dari berbagai vaksin itu dipertimbangkan, tetapi kami belum memasukkan Pfizer sebagai salah satu," kata Airlangga di Jakarta, Selasa (11/10).

Sejauh ini, Indonesia telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan farmasi di China untuk pengadaan vaksin. Sehingga untuk memasukkan vaksin Pfizer sebagai daftar pengadaan vaksin memerlukan pembahasan lebih lanjut.

"Ini disiapkan untuk menjadi bagian berikutnya karena masih banyak yang dibahas terkait dengan pengadaan vaksin," kata dia.

Sebagai informasi hasil temuan dari vaksin Pfizer menyebutkan berdasarkan analisis terhadap 94 sukarelawan, sebagian sudah diberi placebo dan sebagian diberi vaksin, yang kemudian ditulari Covid-19. Uji coba ini akan dilanjutkan hingga 164 kasus muncul.

Jika data ini bertahan dan efek dari vaksin Pfizer muncul sekitar sepekan kemudian dan terlihat perkembangannya cukup baik, maka ini berarti dunia sudah memiliki alat untuk mengendalikan pandemi yang sudah merenggut lebih dari 1,2 juta jiwa ini. [idr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini