Tunggu Restu Bank Dunia, Sri Mulyani Optimistis FIF Bisa Mulai Beroperasi Juli 2022

Rabu, 22 Juni 2022 10:40 Reporter : Anisyah Al Faqir
Tunggu Restu Bank Dunia, Sri Mulyani Optimistis FIF Bisa Mulai Beroperasi Juli 2022 Menkeu Sri Mulyani. istimewa ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, lembaga Dana Perantara Keuangan atau Financial Intermediary Fund (FIF) akan mulai beroperasi di Juli 2022. Lembaga yang dibentuk pada 1st G20 Joint Finance and Health Ministers' Meeting (JFHMM) atau pertemuan Menteri Kesehatan dan Menteri Keuangan negara anggota G20 ini tinggal menunggu persetujuan dari Bank Dunia.

Diperkirakan Bank Dunia akan mengadakan pertemuan pada akhir bulan ini membahas proposal yang diajukan. Menteri Sri Mulyani optimistis proposal yang diajukan bakal disetujui para direksi Bank Dunia.

"Sudah diserahkan dokumen pembentukan FIF (ke Bank Dunia). Saya percaya para direktur Bank Dunia akan mengadakan pertemuan pada 30 Juni. Pada saat itu jika disetujui jajaran direksi, maka FIF akan mulai beroperasi," kata Menteri Sri Mulyani dalam konferensi pers di Yogyakarta, Selasa (21/6) malam.

Para Menteri Kesehatan dan Menteri Keuangan negara G20 sepakat dana FIF ditempatkan di Bank Dunia selaku Wali Amanat. Mereka juga umumnya sepakat tentang perlunya peningkatan koordinasi antara Keuangan dan Kesehatan agar lebih siap menghadapi pandemi di masa depan.

"Para Menteri Keuangan dan Menteri Kesehatan memberikan arahan agar dilakukan pembahasan lebih lanjut tentang pengaturan koordinasi antara Keuangan dan Kesehatan," kata dia.

2 dari 2 halaman

Tujuan FIF dan Daftar Negara Pendonor

dan daftar negara pendonor

FIF merupakan lembaga penghimpun dana darurat penanganan pandemi. Sebagai modal awal, FIF telah mengantongi dana sebesar USD 1,13 miliar atau setara Rp 1.676,5 triliun. Dana tersebut disumbangkan para negara pendiri FIF yakni Amerika Serikat, Uni Eropa, Indonesia, Singapura, Jerman dan Yayasan Wellcome Trust.

Tiap negara pendiri FIF mendonasikan dana yang berbeda-beda. Amerika Serikat dan Uni Eropa masing-masing menyumbangkan USD 450 juta atau setara Rp 6,67 triliun

Sementara itu, Indonesia menyumbang dana sebesar USD 50 juta atau setara Rp 741,82 miliar. Singapura mendonasikan USD 10 juta atau setara Rp 148,36 miliar

Kemudian Jerman mendonasikan 50 juta Euro, setara Rp 781,47 miliar. Sedangkan Yayasan Wellcome Trust sebesar 10 juta Poundsterling atau setara 182,15 miliar.

Tak hanya negara-negara tersebut, negara-negara anggota G20 lainnya juga akan berpartisipasi dalam pendanaan awal FIF. Hanya saja saat ini masih ada yang dalam tahap proses persiapan hingga penyelesaian berbagai aspek di negara asalnya.

"Beberapa menteri lain menyatakan mereka berkomitmen dalam hal kontribusi mereka (untuk FIF). Namun mereka akan membutuhkan beberapa proses," kata Menteri Sri Mulyani.

Pembentukan FIF bertujuan untuk meningkatkan pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi secara global. Terbentuknya FIF menandai kemajuan penting dari sinergi yang lebih kuat antara sektor keuangan dan kesehatan, untuk mencegah, mempersiapkan, dan menangani pandemi di masa depan.

Dibentuknya FIF sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo, untuk memprioritaskan agenda bidang kesehatan global. Dalam konteks ini, Presidensi G20 Indonesia berkomitmen untuk memberikan hasil nyata, bukan sekedar mendukung tetapi juga berkontribusi pada proposal pendirian FIF.

[bim]

Baca juga:
Indonesia Gelontorkan Rp 741,82 M Bentuk FIF, Mitigasi Pandemi di Masa Depan
Potret Banjir di Bangladesh dan India yang Tewaskan Puluhan Orang
Banjir Rob Landa Medan sejak Sabtu, BMKG: Air Pasang hingga Akhir Pekan
Mengenal Apa Itu Abrasi, Dampak dan Penanggulangannya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini