Trivia UMKM: Pemkab Banyuwangi Resmikan Pusat Layanan Kemasan Produk, Gratis untuk Pelaku Usaha!
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi meluncurkan Pusat Layanan Kemasan Produk untuk UMKM, menawarkan desain kemasan, foto produk, dan legalitas gratis. Ini rahasia UMKM Banyuwangi naik kelas!
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayahnya. Langkah strategis terbaru adalah dengan memfasilitasi pelaku UMKM dalam pembuatan kemasan dan foto produk. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang semakin kompetitif.
Fasilitas ini disediakan melalui Pusat Layanan Kemasan (PKL) yang telah beroperasi sejak awal 2025, sebagai bagian dari upaya Pemkab Banyuwangi untuk mendorong UMKM agar naik kelas. PKL menawarkan layanan komprehensif mulai dari desain kemasan yang menarik, sesi foto produk profesional, hingga percetakan kemasan. Seluruh layanan ini diberikan secara gratis kepada seluruh pelaku UMKM di Banyuwangi.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa dengan kemasan yang lebih menarik dan profesional, produk UMKM Banyuwangi diharapkan dapat bersaing di pasar yang lebih luas. Program ini merupakan kelanjutan dari berbagai inisiatif peningkatan kapasitas UMKM yang telah digulirkan sebelumnya, memastikan dukungan yang berkelanjutan bagi para pelaku usaha.
Pusat Layanan Kemasan: Solusi Komprehensif UMKM Banyuwangi
Pusat Layanan Kemasan (PKL) di Banyuwangi dirancang sebagai one-stop solution bagi pelaku UMKM yang ingin meningkatkan kualitas produk mereka. Sejak resmi beroperasi pada awal tahun 2025, PKL telah menjadi andalan bagi banyak pengusaha kecil. Layanan yang diberikan mencakup berbagai aspek penting dalam pemasaran produk, mulai dari visual hingga legalitas.
Selain menyediakan fasilitas desain dan cetak kemasan, PKL juga membantu UMKM dalam sesi foto produk yang berkualitas tinggi. Tampilan produk yang profesional sangat penting untuk menarik perhatian konsumen, baik di pasar konvensional maupun digital. Bupati Ipuk Fiestiandani secara langsung menginisiasi program ini sebagai upaya nyata untuk mendorong UMKM Banyuwangi agar semakin maju dan berdaya saing.
Tak hanya itu, PKL juga berperan aktif dalam membantu pelaku UMKM mengurus berbagai legalitas usaha yang diperlukan. Bantuan ini mencakup pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), nomor PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), hingga sertifikasi halal. Kelengkapan legalitas ini sangat krusial untuk memastikan produk UMKM dapat diterima luas dan memenuhi standar yang berlaku.
Dampak Positif dan Dukungan Berkelanjutan bagi UMKM
Kehadiran Pusat Layanan Kemasan telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi pelaku UMKM di Banyuwangi. Salah satu pelaku usaha kuliner, Faizah, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan. "Pesanan saya tambah banyak sejak pakai boks yang baru, pelanggan puas karena menurut mereka produknya lebih higienis," ujarnya, menunjukkan bagaimana kemasan yang baik dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan penjualan.
Fasilitasi pembuatan kemasan ini melengkapi berbagai program peningkatan kapasitas UMKM yang telah dijalankan oleh pemerintah daerah. Sebelumnya, Banyuwangi telah memiliki layanan desain kemasan melalui Rumah Kreatif dan program Teman Usaha Rakyat yang fokus pada pendampingan peningkatan kelas UMKM. Sinergi antar program ini menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan UMKM.
Program Pusat Layanan Kemasan Banyuwangi merupakan salah satu inovasi Bupati Ipuk Fiestiandani untuk mendorong UMKM naik kelas. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal dan memperluas jangkauan pemasaran UMKM Banyuwangi. Dengan dukungan yang komprehensif ini, diharapkan produk-produk dari Banyuwangi dapat menembus pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sumber: AntaraNews