Trivia: OJK & LPS Ajarkan Ratusan Siswa, Mengapa Literasi Keuangan Pelajar Penting Hindari Penipuan Daring?

OJK dan LPS gencar meningkatkan Literasi Keuangan Pelajar dengan edukasi langsung, mengingatkan pentingnya bijak mengelola uang dan waspada penipuan daring. Bagaimana mereka melakukannya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Trivia: OJK & LPS Ajarkan Ratusan Siswa, Mengapa Literasi Keuangan Pelajar Penting Hindari Penipuan Daring?
OJK dan LPS gencar meningkatkan Literasi Keuangan Pelajar dengan edukasi langsung, mengingatkan pentingnya bijak mengelola uang dan waspada penipuan daring. Bagaimana mereka melakukannya? (AntaraNews)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) baru-baru ini menggelar program edukasi di SMA Negeri 3 Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan mengajak para pelajar untuk bijak mengelola keuangan serta mewaspadai berbagai bentuk penipuan daring yang marak.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa pelajar dan mahasiswa adalah segmen prioritas. Mereka harus diedukasi agar terhindar dari 'scam' dan mampu mengelola uang dengan baik.

Acara yang berlangsung di Kota Yogyakarta, DIY, ini dihadiri oleh ratusan siswa. Edukasi ini diharapkan dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas akademis, tetapi juga tangguh secara finansial di era digital.

OJK memandang bahwa pelajar dan mahasiswa merupakan segmen prioritas dalam program literasi keuangan nasional. Friderica Widyasari Dewi menyatakan, "OJK melihat bahwa pelajar dan mahasiswa adalah segmen prioritas dalam program literasi. Mereka harus kita edukasi agar terhindar dari berbagai 'scam' dan mampu mengelola keuangannya dengan baik."

Edukasi Literasi Keuangan Pelajar sejak dini diyakini mampu membentuk generasi yang cerdas secara akademis dan tangguh secara finansial. Hal ini sangat penting untuk menghadapi tantangan ekonomi di era digital yang terus berkembang pesat.

Dengan pemahaman keuangan yang baik, para pelajar dapat menyiapkan masa depan yang lebih stabil dan mandiri. Ini merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) RI, Prof. Anggito Abimanyu, menambahkan bahwa kecerdasan finansial harus dibangun sejalan dengan karakter dan kedisiplinan diri. Pengelolaan uang bukan sekadar kemampuan menghitung, melainkan juga tentang pengendalian diri dan kebiasaan hidup hemat.

Prof. Anggito menekankan, "Kemenangan terbesar adalah menaklukkan diri sendiri. Termasuk dalam hal keuangan, kita harus bisa mengatur diri agar tidak bergantung pada hutang dan belajar menabung serta berinvestasi sejak dini." Ini adalah prinsip dasar untuk mencapai kemandirian finansial.

Edukasi ini mendorong pelajar untuk memiliki pola pikir yang bertanggung jawab terhadap keuangan mereka. Pembentukan kebiasaan positif sejak muda akan sangat berpengaruh pada kehidupan finansial di masa mendatang.

Koordinator PPL SMA Negeri 3 Yogyakarta, Sumaryoto, menyambut baik kegiatan OJK dan LPS Mengajar ini. Menurutnya, program tersebut memberikan nilai tambah signifikan bagi siswa dalam membangun karakter disiplin dan kesadaran finansial.

Sumaryoto mengungkapkan, "Kita patut bersyukur karena anak-anak tidak hanya mendapatkan pembelajaran akademis, tapi juga keterampilan hidup seperti pengelolaan keuangan." Ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya terbatas pada kurikulum formal.

Melalui edukasi ini, OJK dan LPS berharap pelajar dapat memahami cara mengelola uang dengan bijak. Mereka juga diharapkan mampu mengenali produk keuangan yang aman serta menghindari pinjaman online ilegal yang berisiko tinggi. Literasi Keuangan Pelajar ini memperkuat ketahanan finansial generasi muda di tengah perkembangan ekonomi digital.

"Literasi keuangan bukan sekadar tentang uang, tabungan, atau investasi, tapi juga kemampuan menahan diri dari perilaku konsumtif dan berani merencanakan masa depan dengan disiplin," tutup Sumaryoto, menggarisbawahi pentingnya aspek perilaku dalam pengelolaan finansial.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi