Terungkap 10 Kg Sabu di Tanjung Priok: Pelni Perketat Pengawasan Usai Penyelundupan Narkoba

PT Pelni memperkuat pengawasan di pelabuhan setelah menggagalkan penyelundupan 10,3 kg sabu di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, melibatkan TNI AL dan Polres Pelabuhan untuk keamanan penumpang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Terungkap 10 Kg Sabu di Tanjung Priok: Pelni Perketat Pengawasan Usai Penyelundupan Narkoba
PT Pelni memperkuat pengawasan di pelabuhan setelah menggagalkan penyelundupan 10,3 kg sabu di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, melibatkan TNI AL dan Polres Pelabuhan untuk keamanan penumpang. (AntaraNews)

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) baru-baru ini mengambil langkah serius untuk memperkuat pengawasan di seluruh area pelabuhan. Keputusan ini diambil menyusul terungkapnya kasus penyelundupan narkoba jenis sabu di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Kejadian ini menyoroti urgensi peningkatan keamanan di jalur maritim Indonesia.

Koordinasi intensif kini tengah dijalin antara Pelni dengan berbagai pihak terkait, termasuk TNI Angkatan Laut, Polres Pelabuhan, serta pengelola terminal. Sinergi ini bertujuan untuk memaksimalkan upaya pencegahan dan penindakan terhadap aktivitas ilegal. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pelni dalam menjaga keamanan dan kenyamanan bagi seluruh penumpang yang menggunakan jasa transportasi laut.

Kepala Cabang Pelni Tanjung Priok, Dicky Dermawandi, menegaskan bahwa penguatan pengamanan ini adalah respons cepat terhadap insiden tersebut. Pihaknya berupaya memitigasi risiko serupa di masa mendatang, baik pada kegiatan embarkasi maupun debarkasi. Insiden ini menjadi momentum penting untuk evaluasi dan perbaikan sistem pengawasan secara menyeluruh.

Penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 10,3 kilogram berhasil digagalkan oleh petugas gabungan pada 13 Oktober lalu. Empat penumpang KM Kelimutu terlibat dalam upaya pengiriman barang haram ini, yang bermula dari kecurigaan tim keamanan Pelni dan TNI AL. Gerak-gerik salah satu penumpang yang membawa benda mencurigakan menjadi titik awal pengungkapan kasus besar ini.

Setelah dilakukan pemeriksaan manual, petugas menemukan tiga bungkus sabu yang disembunyikan di tubuh pelaku. Tidak berhenti di situ, petugas juga berhasil menangkap tiga rekan pelaku lainnya yang sudah menunggu di dalam mobil. Total barang bukti yang diamankan mencapai 16 bungkus sabu, menunjukkan skala penyelundupan yang signifikan.

Seluruh tersangka dan barang bukti kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian dan TNI AL untuk proses hukum lebih lanjut. Keberhasilan ini, menurut Dicky, membuktikan pentingnya sinergi antara berbagai pihak di pelabuhan. Mulai dari petugas keamanan, operator terminal, regulator, hingga aparat penegak hukum, semua berperan krusial dalam menjaga keamanan maritim.

Menyikapi insiden tersebut, PT Pelni berkomitmen penuh untuk mendukung program pemberantasan narkotika di Indonesia, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Perusahaan pelayaran nasional ini juga bertekad memperkuat ketahanan moral dan keamanan masyarakat maritim. Langkah konkret diambil untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Selain narkotika, Pelni juga memperketat pemeriksaan terhadap barang-barang berbahaya lainnya seperti senjata tajam dan minuman keras. Barang-barang ini berpotensi memicu keributan dan mengganggu kenyamanan serta keselamatan penumpang selama perjalanan laut. Pengawasan Pelni kini mencakup spektrum yang lebih luas untuk menciptakan lingkungan perjalanan yang aman.

Langkah-langkah pengamanan diperkuat melalui beberapa inisiatif, termasuk mendorong penambahan mesin pemindai atau X-ray di pelabuhan. Peningkatan jumlah petugas keamanan dan kerja sama berkelanjutan dengan TNI AL serta operator pelabuhan juga menjadi prioritas. Tujuannya adalah mempercepat deteksi dini terhadap ancaman keamanan dan penyelundupan.

Dicky Dermawandi menekankan bahwa fasilitas pendukung seperti X-ray sangat vital untuk keamanan pelayaran. Ia berharap standar keamanan di seluruh pelabuhan Indonesia dapat ditingkatkan secara merata. Pelni juga mengapresiasi anggota TNI AL yang berdinas di Cabang Tanjung Priok atas keberhasilan mereka dalam menggagalkan penyelundupan ini.

Sekretaris Perusahaan Pelni, Evan Eryanto, menjelaskan bahwa anggota TNI AL yang mengidentifikasi kurir sabu tersebut merupakan prajurit yang ditugaskan sebagai tenaga pengamanan tambahan. Keberadaan mereka diperkuat oleh kerja sama legal antara Pelni dan TNI AL yang telah terjalin selama tiga tahun terakhir. Sinergi ini terbukti efektif dalam menjaga keamanan.

Meskipun berhasil menggagalkan upaya pelaku keluar dari pelabuhan, Evan menyayangkan fakta bahwa barang haram tersebut berhasil berlayar menggunakan kapal Pelni. "Kami mengharapkan perhatian serius dari pemangku kepentingan untuk menyediakan peralatan dan perlengkapan yang memadai agar kejadian serupa tidak terulang," kata Evan.

Secara prosedur, kewenangan pemeriksaan barang bawaan penumpang berada di bawah tanggung jawab pemilik dan pengelola pelabuhan. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan adanya disparitas fasilitas. Dari 74 pelabuhan yang disandari 25 kapal penumpang Pelni, hanya 26 pelabuhan yang dilengkapi dengan sarana mesin X-Ray. Ini menjadi tantangan besar dalam upaya Pengawasan Pelni secara menyeluruh.

Kesenjangan fasilitas ini menyoroti kebutuhan mendesak akan investasi dalam infrastruktur keamanan pelabuhan. Peningkatan jumlah X-ray dan peralatan deteksi lainnya akan sangat membantu dalam memperkuat sistem pengawasan. Dengan demikian, Pelni dan instansi terkait dapat lebih efektif dalam mencegah penyelundupan dan kejahatan lainnya di jalur maritim.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi