Terkendala Pembebasan Lahan, Pengoperasian LRT Jabodebek Molor Jadi April 2021

Kamis, 31 Januari 2019 20:00 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Terkendala Pembebasan Lahan, Pengoperasian LRT Jabodebek Molor Jadi April 2021 lrt. ©2015 frohsz.de

Merdeka.com - Pengoperasian Kereta ringan Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) Tahap I dipastikan bakal molor hingga April 2021. Pembangunan LRT Jabodebek Tahap I mencakup rute Cawang-Cibubur, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas, dan Cawang-Bekasi Timur dengan panjang proyek mencapai 44 Kilometer.

Direktur Utama PT Adhi Karya, Budi Harto mengatakan bahwa operasional LRT Jabodebek mundur dari target karena pembangunan Depo di Bekasi Timur masih terkendala oleh pembebasan lahan.

"(Operasional) April 2021. Jadi mundur 22 bulan. Jadi dengan terlambatnya depo ini, maka akan operasional tahun 2021," kata dia, saat ditemui, di Kemenko Maritim, Jakarta, Kamis (31/1).

Menurut, dia target operasi pada April tersebut bakal tercapai dengan asumsi pembebasan lahan seluas 10 hektare untuk pembangunan depo selesai pada Maret tahun ini. "Dengan asumsi pembebasan lahan itu maret tahun ini," ungkapnya.

"Ini sudah bertahun-tahun proses, sudah mulai porses, sudah mulai dibayar," imbuhnya.

Pihaknya tengah berupaya agar pembebasan lahan dapat selesai pada Maret nanti. Menurut dia, saat ini sekitar 60 persen lahan sudah dibebaskan. "Yang belum itu tinggal kecil lah. Maret 2019 ini (selesai pembebasan lahan). Operasi mulai 2021," tandasnya.

Depo Bekasi Timur nantinya akan menjadi lahan parkir sekitar 32 train set rute tersebut. Satu train set LRT terdiri dari 6 kereta yang memiliki kapasitas 180 orang per kereta. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini