Banyak orang mengatakan, cinta bisa membuat seseorang melakukan apapun di luar kemampuannya. Dengan cinta, seorang pria bahkan bisa menuliskan ebuah puisi romantic bagi perempuan yang menjadi kekasih hati.
Bahkan muncul juga ungkapan, seseorang akan rela menyebrangi lautan, atau bahkan membangun sebuah bangunan untuk orang terkasih. Hal ini dilakukan oleh Anand Prakash Chouksey.
Dilansir dari The Hindu, di Madhya Pradesh, India, seorang guru bernama Anand Prakash Chouksey telah menciptakan sebuah karya yang mengesankan sebagai ungkapan cinta kepada istrinya, Manjusha.
Chouksey membangun rumah replika Taj Mahal yang megah, bukan atas permintaan sang istri, melainkan sebagai inisiatif pribadi untuk menunjukkan rasa cinta, persatuan, dan penghormatan terhadap sejarah lokal.
Proyek ambisius ini terletak di Burhanpur, sebuah kota yang memiliki makna historis mendalam, karena di sinilah Mumtaz Mahal, istri Kaisar Shah Jahan, menghembuskan nafas terakhirnya.
Rumah yang dibangun Chouksey ini memiliki luas sekitar 8.000 kaki persegi dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang nyaman.
Di dalamnya terdapat empat kamar tidur, sebuah aula meditasi, perpustakaan, serta kubah yang menjulang setinggi 29 kaki. Pembangunan rumah ini memakan waktu hingga tiga tahun dan menggunakan marmer Makrana, material yang juga digunakan untuk membangun Taj Mahal yang asli.
Meskipun terinspirasi oleh keindahan Taj Mahal, desain interior rumah ini menggabungkan elemen-elemen kontemporer yang memberikan nuansa modern.
Chouksey memiliki visi yang lebih besar untuk rumahnya ini. Ia berencana untuk menambahkan bendera India di puncak kubah sebagai simbol kebanggaan nasional. Selain itu, ia juga ingin menghiasi menara-menara sekitarnya dengan simbol-simbol agama utama India, yang mencerminkan pesan persatuan dan perdamaian di antara berbagai komunitas.
Chouksey berharap rumahnya tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi simbol keharmonisan dan toleransi.
Advertisement
Sejarah dan Makna di Balik Proyek Ini
Burhanpur, tempat rumah replika Taj Mahal ini dibangun, memiliki sejarah yang kaya. Kota ini dikenal sebagai lokasi di mana Mumtaz Mahal meninggal dunia setelah melahirkan anaknya yang ke-14. Sejak saat itu, Burhanpur menjadi bagian penting dari sejarah India dan memiliki banyak situs bersejarah yang menarik perhatian wisatawan. Dengan membangun rumah ini, Chouksey tidak hanya menghormati istri Kaisar Shah Jahan, tetapi juga memperkuat identitas budaya kota tersebut.
Chouksey, yang merupakan seorang guru, menyatakan bahwa proyek ini adalah cara untuk mengenang cinta abadi yang ditunjukkan oleh Kaisar Shah Jahan kepada Mumtaz Mahal.
"Saya ingin menunjukkan bahwa cinta sejati tidak mengenal batas. Rumah ini adalah simbol cinta dan penghormatan yang dapat menginspirasi orang lain untuk menghargai hubungan mereka."
Advertisement
Detail Pembangunan dan Biaya
Pembangunan rumah replika ini menghabiskan biaya sekitar 20 juta rupee atau sekitar Rp3,86 miliar, yang merupakan investasi besar bagi Chouksey.
Meskipun biaya yang dikeluarkan cukup besar, ia merasa bahwa proyek ini sangat berharga. Dengan lahan seluas 50 hektar, selain rumah, terdapat juga fasilitas lain seperti rumah sakit yang dibangun untuk melayani masyarakat sekitar.
Proyek ini tidak hanya menarik perhatian masyarakat lokal, tetapi juga menjadi daya tarik wisata baru di Burhanpur.
Banyak pengunjung yang datang untuk melihat keindahan arsitektur rumah yang terinspirasi oleh Taj Mahal ini. Chouksey berharap, dengan kehadiran rumah ini, ia dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal melalui sektor pariwisata.
Advertisement
Respon Masyarakat dan Dampak Sosial
Respon masyarakat terhadap proyek ini sangat positif. Banyak yang mengagumi dedikasi Chouksey dan semangatnya dalam membangun rumah yang tidak hanya indah tetapi juga bermakna. Beberapa warga setempat menyatakan bahwa rumah ini menjadi inspirasi bagi mereka untuk menciptakan sesuatu yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Dengan adanya rumah ini, Chouksey juga berharap dapat mendorong generasi muda untuk lebih mencintai sejarah dan budaya mereka. Ia ingin menunjukkan bahwa cinta dan penghormatan terhadap sejarah dapat diwujudkan dalam bentuk yang nyata. Proyek ini, menurutnya, adalah langkah kecil menuju perubahan yang lebih besar dalam masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia saat ini, rumah replika Taj Mahal ini menjadi simbol harapan dan cinta. Anand Prakash Chouksey telah berhasil menunjukkan bahwa cinta sejati dapat menginspirasi tindakan yang luar biasa, dan bahwa setiap orang dapat memberikan kontribusi untuk menciptakan dunia yang lebih baik.