Tengah Marak, Kenali Ciri-Ciri Investasi Bodong Berkedok Arisan Online

Rabu, 12 Januari 2022 11:19 Reporter : Anggun P. Situmorang
Tengah Marak, Kenali Ciri-Ciri Investasi Bodong Berkedok Arisan Online Arisan di rumah tetap gaya dengan cat pelapis anti bocor yang berwarna HL. ©Youtube/Avian Brand

Merdeka.com - Kepala Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam L Tobing mengatakan, modus penipuan arisan online telah banyak menelan banyak korban, dengan nominal kerugian variatif. Masyarakat perlu memahami tujuan utama arisan adalah ajang berkumpul bagi komunitas.

"Uang yang dikumpulkan dari tiap peserta pada tiap periode tertentu diundi dan hanya untuk seru-seruan semata. Sehingga arisan bukanlah investasi, jika ada kegiatan investasi sudah pasti hanyalah investasi ilegal," kata Tongam kepada merdeka.com, Jakarta, Rabu (12/1).

Upaya SWI untuk memberantas praktik merugikan tersebut, paling utama adalah edukasi agar waspada terhadap investasi ilegal. Satgas Waspada Investasi melakukan pencegahan dan penanganan investasi ilegal dengan berbagai cara.

Langkah pertama adalah melakukan tindakan preventif. Dalam hal ini SWI aktif melakukan pemantauan kegiatan Investasi Ilegal. Kemudian, berkoordinasi dengan anggota Satgas Waspada Investasi. Lalu melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat secara berkelanjutan dengan menekankan simplifikasi pencegahan keterlibatan masyarakat.

Langkah kedua adalah melakukan tindakan represif. Tindakan represif dilakukan dengan menangani investasi ilegal sebelum banyak korban dengan menghentikan aktivitas entitas investasi ilegal. Lalu mengumumkan investasi ilegal kepada masyarakat melalui siaran pers.

"Kami juga mengajukan mengajukan blokir website, akun dan aplikasi secara rutin kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Kemudian menyampaikan laporan informasi kepada Bareskrim Polri untuk proses penegakan hukum," jelas Tongam.

2 dari 2 halaman

Cara Kenali Ciri-ciri Investasi Bodong Arisan Online

ciri ciri investasi bodong arisan online rev1

Tongam melanjutkan, investasi bodong berkedok arisan online bisa dikenali dengan melakukan langkah 2L yaitu Legal dan Logis. Legal artinya masyarakat perlu teliti legalitas lembaga dan produknya. Logis artinya pahami proses bisnis yang ditawarkan, apakah masuk akal, sesuai dengan kewajaran penawaran imbal hasil yang ditawarkan perbankan.

Masyarakat harus cek apakah kegiatan atau produknya sudah memiliki izin usaha dari instansi terkait atau jika sudah punya izin usaha, cek apakah sudah sesuai dengan izin usaha yang dimiliki.

"Sebab, bisa jadi hanya mendompleng izin yang dimiliki padahal kegiatan atau produknya yang dilakukan tidak sesuai dengan izinnya," kata Tongam.

Izin investasi bodong inipun tidak selalu dari OJK. Jika kegiatannya adalah perdagangan, maka izinnya dari Kementerian Perdagangan. Untuk itu, selalu pastikan kesesuaian legalitasnya.

Kemudian, pahami proses bisnis yang ditawarkan, apakah masuk akal, sesuai dengan kewajaran penawaran imbal hasil yang ditawarkan. Apabila menjanjikan imbal hasil melebihi bunga yang diberikan perbankan, bahkan tanpa risiko, penawaran tersebut patut dicek kembali.

"Dalam hal ini, kegiatan arisan dengan iming-iming imbal hasil tertentu dengan jangka tertentu perlu diwaspadai," tandas Tongam.

[bim]

Baca juga:
Mengenal Fenomena Klitih di Yogyakarta
Tiga Strategi China untuk Capai Target Nol-Covid
Brigjen Pol Ahmad Ramadhan: Viral atau Tidak, Kasus Tetap Kita Tindaklanjuti
Cara Menangani Bayi Prematur, Jangan Sembarangan
Penjelasan Lengkap soal JKP, dari Syarat Hingga Manfaat Diterima Pekerja Terkena PHK
Cara Cek Tiket dan Jadwal Vaksinasi Booster di PeduliLindungi
Vaksin Booster Cuma Diberi Setengah Dosis, Ini Alasan Pemerintah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini