Tembus Hingga AS, Ekspor Rajungan Indonesia 2019 Cetak Rp5,3 Triliun

Selasa, 21 Januari 2020 11:46 Reporter : Anisyah Al Faqir
Tembus Hingga AS, Ekspor Rajungan Indonesia 2019 Cetak Rp5,3 Triliun Nelayan Rajungan. ©2017 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada 2019 nilai ekspor rajungan termasuk kepiting mencapai Rp5,35 triliun. Angka tersebut merupakan hasil penjualan rajungan sebanyak 25,9 ribu ton.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Agus Suherman, mengatakan provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu daerah penghasil rajungan untuk komoditas ekspor. Hingga 21 Januari, tercatat 161 ton rajungan berhasil diekspor ke Amerika Serikat dan Hong Kong.

"Sebanyak 161 ton rajungan senilai Rp30,37 miliar berhasil diekspor dari Kabupaten Demak dan Rembang," kata Agus Suherman dalam keterangan pers yang diterima merdeka.com, Jakarta, Selasa (21/1).

Ada lima Unit Pengolahan Ikan (UPI) Rajungan dari Kabupaten Demak dan Rembang yang biasa mengekspor komoditas rajungan. Salah satu pemasok utama berasal dari Desa Betahwalang, Kabupaten Demak.

Agus berharap, komoditas rajungan mampu memberikan kontribusi besar terhadap target ekspor produk perikanan 2020 sebesar USD 6,47 miliar. Untuk itu dia mengandalkan produk rajungan untuk memenuhi target ekspor produk perikanan.

Saat ini, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan produktifitas termasuk mutu produk rajungan. Beberapa upaya yang telah dilakukan diantaranya, pembinaan mutu bagi supplier, pembinaan mutu bagi UPI skala menengah besar, dan peningkatan kinerja UPI skala mikro besar dalam pengelolaan lingkungan.

"Upaya pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal PDSPKP-KKP untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan bahan baku UPI di dalam negeri dan industri pengolahan ikan yang bermutu sesuai SNI," kata Agus.

Agus berharap kegiatan pembinaan tersebut dapat meningkatkan sistem jaminan mutu pada tingkat nelayan, pengumpul, dan pemasok bahan baku. Pencatatan rinci dalam proses pengumpulan hingga pengolahan bahan baku juga diharapkan bisa memberi kepercayaan bagi konsumen.

"Bahan baku (ekspor) yang diperoleh dan diproses berasal dari budidaya dan wilayah perairan tangkap yang aman dan tidak tercemar," kata Agus.

1 dari 1 halaman

Ekspor Rajungan Tembus AS Hingga China

tembus as hingga china rev2

Pangsa pasar rajungan tak hanya di Amerika Serikat dan Hong Kong. Sejumlah negara lain yang menerima ekspor rajungan yaitu China, Malaysia, Jepang, Singapura, Prancis, hingga Inggris.

Agus mengatakan Amerika masih menjadi pasar terbesar untuk ekspor komoditas rajungan. Produk yang diekspor didominasi dengan produk olahan dalam kemasan kedap udara atau kaleng. Permintaan produk sejenis diperkirakan masih akan terus bertambah.

Sementara itu China lebih menyukai ekspor rajungan dalam kondisi hidup, segara atau dingin. Berbeda dengan China, Jepang lebih banyak membeli produk rajungan yang diolah atau diawetkan tidak dalam kemasan kedap udara.

"Potensi pasar rajungan sangat luas, maka dari itu kami ingin terus meningkatkan produk komoditas rajungan dalam negeri," kata Agus.

[bim]

Baca juga:
Toyota Raih Volume Ekspor Tertinggi di 2019, Model Fortuner dan Rush Terlaris
Indonesia Andalkan Industri Pengolahan Dorong Ekspor Nasional
Asosiasi: Indonesia Berpotensi Ekspor Hasil Pengolahan Tembakau
Presiden Jokowi: Kalau Rupiah Menguat Terlalu Cepat, Kita Harus Hati-Hati
Luhut Minta Bantuan KPK Awasi Investasi dan Penyelundupan Nikel
Susi Pudjiastuti Ungkap Penyebab Garam Petani Tak Terserap
Jadi yang Terbesar, Impor Asal China Sepanjang 2019 Capai Rp 610,8 Triliun

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini