Target Pengurangan Ketergantungan Impor 35 Persen Molor Ke 2022

Rabu, 27 Mei 2020 16:04 Reporter : Merdeka
Target Pengurangan Ketergantungan Impor 35 Persen Molor Ke 2022 Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Perindustrian mengoreksi target pengurangan impor 35 persen hingga 2022, dari sebelumnya ditargetkan untuk dicapai pada akhir 2021. Pandemi covid-19 menjadi salah satu sebab terjadinya penyesuaian ini.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang, membeberkan bahwa sebelum covid-19 menjadi pandemi, Prompt Manufacturing Index (PMI) industri dalam negeri masih sangat baik. "Beberapa bulan yang lalu industri kita sedang menggeliat, dimana ketika covid-19 belum menyerang secara masif di Indonesia, di mana PMI beberapa bulan yang lalu masih sangat baik," ujarnya, Rabu (27/5).

"Sebetulnya, kami dari Kementerian Perindustrian sudah secara awal mencoba untuk merumuskan road map untuk kita bisa mendorong substitusi impor sebesar 35 persen. Tadinya kalau tidak ada covid-19, kita targetkan by the end 2021," sambung Menteri Agus.

Namun, lanjut Menteri Agus, karena ada wabah covid-19, maka Kementerian Perindustrian melakukan penyesuaian, sebab situasi pasar yang tengah lesu dibarengi dengan permintaan (demand) yang terus meningkat. "Substitusi impor yang 35 persen, yang tadinya kami targetkan sebagai by the end of 2021, nah ini akan kami adjust dan kami akan menargetkan 35 persen pengurangan impor by the end of 2022," tegasnya.

1 dari 1 halaman

Bukan Anti Impor

impor

Menteri Agus juga menyampaikan bahwa dengan hal ini bukan berarti Kementerian Perindustrian anti terhadap impor. Menurutnya, jika memang harus impor, maka sebaiknya adalah impor yang dapat memberikan nilai tambah bagi industri dalam negeri.

"Kemenperin tidak alergi impor, kami tidak alergi impor, tapi impor itu menurut pandangan kami harus impor yang mempunyai nilai tambah yang bisa membantu produktivitas dari industri kita sendiri," kata dia.

Menteri Agus melanjutkan bahwa pencapaian target ini nantinya akan memerlukan kerjasama dari banyak pihak, baik dari pemerintah di lain Kementerian/Lembaga, dunia usaha, perbankan, serta stakeholder yang lain.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6

[bim]

Baca juga:
Gara-gara Covid-19: Merek Otomotif yang Terpuruk dari Volume Produksi dan Ekspor
Kemendag Ungkap 3 Penyebab Kelangkaan Gula di Tengah Pandemi Corona
Impor Bawang Merah Tak Mampu Turunkan Harga yang Meroket
Meski di Tengah Pandemi Corona, Indonesia Raup 4 Kerja Sama Dagang Dengan Australia
Substitusi Impor Ditargetkan Penuhi 30 Persen Kebutuhan Bahan Baku Industri di 2022
Susun Strategi, Erick Thohir Tak Mau Sektor Kesehatan RI Dipenuhi Produk Impor
Impor Lesu AKibat Covid-19, Defisit Transaksi Berjalan Turun di Bawah 1,5 Persen

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini