TaniHub Gelar Kompetisi Desain Kemasan Majukan Produk Pertanian
Merdeka.com - TaniHub Group, perusahaan rintisan (startup) di bidang pertanian, terus berupaya melakukan terobosan kreatif memangkas rantai distribusi antara petani dan konsumen. Salah satu terobosan yang digagas oleh TaniHub adalah dengan menggelar TaniHack Vol.1. Yakni sebuah kompetisi tingkat nasional yang bertujuan mencari karya visual terbaik untuk Packing and Processing Center (PPC).
"Ini sesuai dengan visi TaniHub Group yaitu Agriculture for Everyone (pertanian untuk semua)," kata Direktur TaniSupply, Sariyo, dalam acara workshop TaniTalks di Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (13/3).
Diharapkan dengan adanya kompetisi Tani Hack Vol. 1 ini, masyarakat yang memiliki keahlian dalam bidang desain visual dan arsitektur secara tidak langsung, telah membantu pertanian Indonesia. Sebab, proses pasca panen yang dilalui petani dapat lebih efisien.
Selain itu, dirinya berharap dengan acara TaniTalks ini, masyarakat dapat memahami peran teknologi dalam menjaga kualitas hasil panen, memahami hubungan antara pengelolaan pasca panen dengan harga pasar pada produk pertanian dan tentunya membuka ruang kolaborasi berbagai pegiat untuk memajukan bidang pertanian.
"Melalui adanya Packing and Processing Center yang efisien dan dikelola dengan mutu yang baik oleh TaniSupply, TaniHub Group semakin komprehensif dalam membangun ekosistemnya untuk pertanian Indonesia," pungkasnya.
TaniHub Klaim Naikkan Pendapatan 30.000 Petani Hingga 50 Persen
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comTaniHub Group sebagai startup agritech ingin mengembangkan bisnis komoditas pertanian berbasis teknologi digital di seluruh Indonesia. Perusahaan rintisan ini berharap dapat menjangkau seluruh kota di Indonesia pada 2022 dengan pertimbangan potensi pasar yang masih sangat besar.
CEO dan Co-Founder TaniHub Group Ivan Arie Sustiawan mengatakan, sejak tiga tahun terakhir, TaniHub telah membantu peningkatan produksi petani sebesar 30 persen dan pendapatan mereka secara umum sebesar 50 persen. Hingga kini, TaniHub disebutnya telah bermitra dengan lebih dari 30.000 petani.
"Kami akan terus mengajak petani untuk mau bermitra dengan kami supaya pendapatan mereka terus meningkat. Kami juga terus berproses melatih mereka untuk semakin dekat dengan teknologi," jelas Ivan di Kantornya, Jakarta, Jumat (17/1).
Pihaknya mau memperluas pasar di kota-kota besar Indonesia, khususnya yang ada di wilayah Timur. "Di Indonesia Timur itu yang memang potensi itu cukup banyak. Salah satunya di Makassar, Balikpapan, Samarinda, Manado, dan beberapa kota lainnya. Kita pertimbangkan mana-mana saja yang cocok dengan bisnis kita untuk bisa ekspansi ke sana," kata Ivan.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya