Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tanggapan Pengusaha Mobil Tentang Polusi Udara Jakarta Terburuk Dunia

Tanggapan Pengusaha Mobil Tentang Polusi Udara Jakarta Terburuk Dunia Polusi Jakarta. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Belakangan ini jagat maya ramai memperbincangkan pencemaran udara atau polusi di Jakarta yang sempat mencapai titik terburuk. Hal ini juga mendapatkan tanggapan dari produsen otomotif Tanah Air.

Menurut Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Yohannes Nangoi, salah satu upaya untuk menekan polusi udara oleh kendaraan diperlukan bahan bakar yang ramah lingkungan. Bahan bakar ramah lingkungan, kata dia, tak lain bahan bakar Euro 4.

"Betul mobil menghasilkan polusi. Tapi sejak tahun lalu di mana kita telah mengumumkan yang namanya Euro 4 itu tentunya polusi bisa kita tekan. Tapi kembali, polusi itu dihasilkan oleh mobil dikarenakan bahan bakarnya yang juga bermasalah," kata dia, di Jakarta, Selasa (2/7).

Dia mengakui bahwa Indonesia memang masih tertinggal dalam hal penggunaan bahan bakar ramah lingkungan. "Untuk kendaraan diesel kita masih Euro 2 untuk bensin kita sudah (pakai) Euro 4, tapi yang menggunakan euro 4 masih sedikit. Sedangkan sebagian besar masih di bawah euro 4. Ini tentu kita perlu dari pemerintah memberikan bahan bakar yang lebih bersih, tapi tentunya ada dampak pada kenaikan harga karena pasti lebih tinggi," ungkapnya.

Pemerintah, kata dia, pun sudah berupaya menekan polusi udara dengan cara mendorong penggunaan Euro 4. Namun, sejauh ini implementasi dari hal tersebut masih minim.

"Permasalahannya apakah semua sudah Euro 4 ini kita masih belum tahu. tanya ke Pak Jonan, apakah sudah mengeluarkan semua bahan bakarnya Euro 4 atau tidak. Apalagi kendaraan diesel Euro 4 berlaku nanti Maret 2021," jelas dia.

"Pemerintah telah mengupayakan perbaikan polusi dengan naik ke teknologi tinggi dengan menggunakan bahan bakar yang lebih bersih sehingga paling tidak polusi yang dihasilkan kendaraan bermotor bisa kita tekan," imbuhnya.

Industri otomotif, tegas dia, akan terus mendukung berbagai program pemerintah agar polusi udara dapat ditekan. "Kami sangat mendukung pemerintah untuk mengimplementasikan bahan bakar ramah lingkungan. Tapi tentu harus ada dua hal kendaraan yang secara teknologi adalah, pertama mobil Euro 4 compliance kedua bahan bakar harus Euro 4. Kami hanya konsentrasi pada menghasilkan kendaraan yang Euro 4 compliance," tandasnya.

Sebelumnya, melansir dari AirVisual, Jumat, 28 Juni 2019, berikut beberapa kota dengan polusi udara terburuk di dunia, tiga bulan terakhir.

Santiago, Chile. Polusi udara bukanlah masalah baru di Kota Santiago. Tahun lalu, ibu kota Chile ini tercatat sebagai kota dengan polusi udara terburuk di Amerika Selatan. Mengutip dari Efe, kondisi udara di Santiago akan kian buruk di musim dingin.

Jakarta, Indonesia. Pada Selasa, 25 Juni 2019, Jakarta sempat jadi kota berpolusi udara terburuk di Bumi. Tapi, pada Jumat, 28 Juni 2019, wilayah pesisir Teluk Jakarta ini berada di posisi ke-2. Angka ini sempat ramai di media sosial dan membuat warganet berbondong-bondong membagikan wajah Jakarta berselimut polusi udara.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP