Tahukah Anda, Pelindo Bengkulu Prioritaskan Keselamatan Pelayaran dalam Pengerukan Alur Pelabuhan Pulau Baai?
Pelindo Regional 2 Cabang Bengkulu menegaskan keselamatan pelayaran adalah prioritas utama dalam pengerukan alur Pelabuhan Pulau Baai. Simak upaya mereka!
Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2 Cabang Bengkulu terus menunjukkan komitmennya terhadap keselamatan pelayaran. Hal ini menjadi fokus utama dalam pekerjaan normalisasi pengerukan alur di Pelabuhan Pulau Baai, sebuah proyek krusial untuk kelancaran aktivitas maritim di wilayah tersebut. Pengerukan alur ini bertujuan untuk memastikan kedalaman yang aman bagi kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan.
Proses pengerjaan normalisasi alur ini melibatkan pemasangan pipa submerge yang sangat penting. Pipa ini berfungsi untuk menyalurkan material hasil pengerukan ke lokasi dumping darat area abrasi, memastikan proses berjalan efisien dan sesuai rencana. Meskipun menghadapi tantangan, Pelindo berupaya keras untuk menuntaskan pekerjaan ini sesuai target waktu yang ditetapkan.
General Manager Pelindo Regional 2 Cabang Bengkulu, S. Joko, menegaskan bahwa setiap tahapan pekerjaan dipantau secara ketat menggunakan echosounder. Pemantauan ini dilakukan untuk menjamin keamanan kedalaman dan posisi pipa, sehingga tidak mengganggu jalur pelayaran. Komitmen terhadap keselamatan ini didukung penuh oleh berbagai pihak terkait, termasuk asosiasi pelayaran nasional.
Tantangan dan Progres Pemasangan Pipa Submerge
Pemasangan pipa submerge yang menjadi bagian vital dalam normalisasi alur Pelabuhan Pulau Baai sempat mengalami kendala. Cuaca buruk berupa hujan deras dan badai menjadi penyebab utama tertundanya penyelesaian pemasangan pipa yang awalnya ditargetkan rampung pada Sabtu malam. Kondisi cuaca yang tidak mendukung memaksa perpanjangan pengerjaan hingga Minggu.
S. Joko menjelaskan bahwa karena posisi pipa berada di alur pelayaran, pemasangan harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan hanya dalam kondisi cuaca yang mendukung. Demi keselamatan kapal, alur pelayaran sempat ditutup sementara pada Minggu pagi, 7 September 2025, hingga kondisi dianggap aman untuk dilalui. Langkah ini diambil sebagai tindakan preventif untuk menghindari insiden yang tidak diinginkan.
Meskipun menghadapi tantangan cuaca, Pelindo Bengkulu tetap optimistis bahwa pemasangan pipa submerge dapat dituntaskan pada Minggu, 7 September 2025. “Kami upayakan semaksimal mungkin agar pemasangan pipa dapat diselesaikan hari ini, sehingga alur dapat dilewati kapal, dari dan ke Pelabuhan Pulau Baai ketika air pasang malam ini,” ujar Joko, menunjukkan determinasi mereka dalam menyelesaikan proyek ini tepat waktu.
Dukungan dan Harapan dari Pihak Terkait
Komitmen Pelindo Bengkulu terhadap keselamatan pelayaran dan percepatan normalisasi alur mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Ketua DPC Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Bengkulu, Rela Sumadiyana, menyambut baik langkah-langkah yang diambil Pelindo. INSA secara aktif mendorong proses percepatan normalisasi alur dan mendukung penuh upaya Pelindo agar proyek ini terlaksana sesuai target yang telah ditetapkan.
Meski demikian, INSA juga menekankan pentingnya keamanan dalam proses pengerukan. Mereka meminta agar proses normalisasi alur tetap mengutamakan keamanan dan selalu menjaga komunikasi yang baik dengan pihak terkait. “Kami juga berharap bisa mendapat info terkait update pekerjaan secara terukur, jelas dan berkala. Dan yang terpenting agar pekerjaan pengerukan ini bisa selesai tepat waktu supaya aktivitas kapal di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, bisa segera kembali normal,” kata Rela Sumadiyana, menyoroti kebutuhan akan transparansi informasi.
Senada dengan INSA, Ketua DPW Indonesia Shipping Agencies Association (ISAA) Bengkulu, Indarto, menekankan pentingnya koordinasi yang efektif dengan pengguna jasa. Menurut Indarto, komunikasi yang jelas dari Pelindo sangat membantu pengguna jasa dalam memahami situasi di lapangan. “Bagi kami, keselamatan pelayaran adalah hal yang tidak bisa ditawar,” tegas Indarto, menggarisbawahi bahwa aspek keselamatan merupakan prioritas mutlak bagi semua pihak yang terlibat dalam aktivitas pelabuhan.
Sumber: AntaraNews