Badan Pangan Nasional (Bapanas) merilis data terbaru mengenai fluktuasi harga komoditas pangan di tingkat konsumen per tanggal 6 September 2023. Pembaruan ini memberikan gambaran menyeluruh tentang pergerakan harga berbagai bahan pokok yang penting bagi rumah tangga di seluruh Indonesia. Data yang dihimpun dari Panel Harga Bapanas ini menjadi acuan penting bagi masyarakat dan pelaku pasar.
Pada pantauan yang dilakukan pada Sabtu pukul 09.00 WIB di Jakarta, terlihat adanya dinamika harga yang bervariasi untuk sejumlah komoditas. Beberapa bahan pangan mengalami kenaikan harga, sementara yang lain justru menunjukkan tren penurunan. Informasi ini krusial untuk memahami kondisi pasar dan perencanaan ekonomi rumah tangga.
Menurut Bapanas, "harga cabai rawit merah tingkat konsumen Rp45.926 per kilogram naik dibandingkan sebelumnya Rp44.906 per kg, sedangkan bawang merah Rp42.720 per kg turun dari sebelumnya Rp44.739 per kg." Perubahan ini menandai pergeseran signifikan dalam harga dua bumbu dapur utama yang banyak digunakan.
Advertisement
Advertisement
Beberapa komoditas pangan menunjukkan tren kenaikan harga per 6 September 2023. Selain cabai rawit merah yang naik tipis, harga jagung di tingkat peternak juga tercatat mengalami peningkatan signifikan menjadi Rp7.631 per kg dari sebelumnya Rp6.624 per kg. Kenaikan ini dapat berdampak pada biaya pakan ternak dan selanjutnya memengaruhi harga produk hewani.
Daging sapi murni juga mengalami kenaikan harga, mencapai Rp136.840 per kg dari Rp135.166 per kg. Begitu pula dengan daging ayam ras yang naik menjadi Rp36.431 per kg dari Rp36.231 per kg, serta telur ayam ras yang kini di harga Rp29.436 per kg dari Rp29.363 per kg. Kenaikan pada produk hewani ini perlu dicermati karena merupakan sumber protein utama bagi masyarakat.
Komoditas impor seperti kedelai biji kering juga mengalami kenaikan harga menjadi Rp10.817 per kg dari Rp10.759 per kg. Sementara itu, di sektor perikanan, ikan kembung tercatat naik menjadi Rp42.053 per kg dari Rp41.441 per kg. Kenaikan ini menunjukkan adanya tekanan pada beberapa rantai pasok pangan.
Advertisement
Advertisement
Di sisi lain, beberapa komoditas pangan justru menunjukkan tren penurunan harga, memberikan sedikit angin segar bagi konsumen. Bawang merah, seperti yang disebutkan, turun menjadi Rp42.720 per kg. Cabai merah keriting juga mengalami penurunan menjadi Rp46.197 per kg dari Rp47.608 per kg, diikuti cabai merah besar yang turun ke Rp41.569 per kg dari Rp43.003 per kg.
Harga beras premium dan medium juga terpantau turun. Beras premium kini di harga Rp16.121 per kg dari Rp16.155 per kg, dan beras medium di harga Rp13.823 per kg dari Rp14.006 per kg. Meskipun demikian, beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) justru naik tipis menjadi Rp12.602 per kg.
Komoditas lain yang mengalami penurunan harga meliputi gula konsumsi (Rp18.221 per kg), minyak goreng kemasan (Rp20.719 per liter), minyak goreng curah (Rp17.362 per liter), dan Minyakita (Rp17.452 per liter). Tepung terigu juga menunjukkan penurunan, baik untuk curah (Rp9.695 per kg) maupun kemasan (Rp12.835 per kg). Penurunan ini diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran rumah tangga.
Advertisement
Advertisement
Pergerakan harga komoditas pangan yang bervariasi ini mencerminkan dinamika pasar yang kompleks, dipengaruhi oleh berbagai faktor mulai dari pasokan, permintaan, hingga kondisi cuaca. Bawang putih bonggol juga turun menjadi Rp36.923 per kg, sementara ikan tongkol turun ke Rp34.610 per kg dan ikan bandeng ke Rp32.741 per kg. Garam konsumsi juga sedikit turun menjadi Rp11.633 per kg.
Meskipun ada beberapa komoditas yang naik, penurunan harga pada bahan pokok penting seperti beras, minyak goreng, dan beberapa jenis cabai dapat membantu menjaga daya beli masyarakat. Namun, kenaikan pada daging dan telur perlu menjadi perhatian karena merupakan kebutuhan protein esensial. Data Bapanas ini secara rutin diperbarui untuk memberikan informasi transparan kepada publik.
Daging kerbau beku impor tercatat naik menjadi Rp104.118 per kg, sementara daging kerbau segar lokal juga naik menjadi Rp142.632 per kg. Pemantauan berkelanjutan terhadap harga komoditas pangan nasional ini penting untuk memastikan stabilitas ekonomi dan ketersediaan pasokan bagi seluruh lapisan masyarakat. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi dari lembaga terkait.
Advertisement
Sumber: AntaraNews