Tahukah Anda? Diplomasi Investasi Indonesia Gencar di APEC IEG2, Dorong Iklim Sehat di Era Digital
Pemerintah Indonesia gencarkan Diplomasi Investasi Indonesia di forum APEC IEG2 Korea Selatan, fokus pada iklim investasi berkelanjutan dan adaptif di era digital. Simak selengkapnya!
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), baru-baru ini memperkuat Diplomasi Investasi Indonesia. Upaya ini dilakukan dalam forum Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Second Investment Experts’ Group (IEG2) 2025 yang berlangsung di Incheon, Korea Selatan.
Langkah strategis ini bertujuan untuk menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan di tanah air. Iklim investasi yang kondusif sangat penting guna mendukung tercapainya tujuan pembangunan ekonomi nasional secara komprehensif.
Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Tirta Nugraha Mursitama, menegaskan pentingnya inisiatif ini. "Hal ini akan membantu Indonesia menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan guna mendukung tujuan pembangunan ekonomi kita," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta.
Peran Indonesia dalam APEC IEG2
Dalam pertemuan Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) kali ini, Indonesia memberikan kontribusi signifikan pada dua agenda utama. Kontribusi pertama adalah presentasi progres penyusunan Phase IV of the APEC Investment Commitment Handbook Project, yang dilakukan bersama dengan Australia.
Proyek ini dirancang untuk memperkuat pemahaman para pejabat pemerintah mengenai kewajiban dalam perjanjian investasi internasional. Selain itu, proyek ini juga memberikan panduan mitigasi risiko ketidakpatuhan yang berpotensi berdampak pada iklim investasi nasional.
Kontribusi kedua, delegasi Indonesia aktif dalam intervensi pada agenda World Trade Organization (WTO) Investment Facilitation for Development Agreement (IFDA). Pada kesempatan yang sama, Indonesia juga mempromosikan pelaksanaan Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025.
ISF 2025 menonjolkan komitmen kuat Indonesia terhadap investasi berkelanjutan. Keterlibatan Indonesia dalam forum APEC IEG2 ini merupakan upaya penguatan diplomasi investasi dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik.
Tantangan dan Peluang Investasi di Era Digital
Salah satu agenda utama dalam pertemuan APEC IEG2 adalah workshop berjudul “Investment Facilitation in the Digital Age”. Workshop ini diprakarsai oleh APEC bekerja sama dengan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), Organ Utama Majelis Umum PBB dalam masalah perdagangan dan pembangunan (UNCTAD), serta Forum Ekonomi Dunia (WEF).
Diskusi dalam workshop ini berfokus pada tiga isu penting terkait investasi di era digital:
- Tren Global Investasi Asing Langsung (FDI): Pembahasan meliputi tren global dalam FDI di era digital, termasuk berbagai tantangan regulasi dan infrastruktur yang harus dihadapi oleh negara-negara.
- Peluang Kebijakan: Mengidentifikasi peluang kebijakan yang dapat dikembangkan untuk mempermudah aliran investasi digital lintas negara. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem investasi yang lebih efisien dan adaptif.
- Pandangan Sektor Swasta: Menggali pandangan dan kontribusi sektor swasta dalam mendukung regulasi yang adaptif serta responsif terhadap dinamika perkembangan teknologi digital yang terus berubah.
Tirta Nugraha Mursitama menambahkan bahwa partisipasi Indonesia dalam forum ini merupakan bagian integral dari diplomasi investasi. Hal ini juga manifestasi dari arahan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, untuk perbaikan iklim investasi nasional.
Memperkuat Posisi Indonesia di Kancah Global
Keterlibatan aktif Indonesia dalam forum APEC IEG2 tidak hanya meningkatkan posisi negara dalam agenda investasi global. Lebih dari itu, partisipasi ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan.
“Peran ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu penggerak utama dalam agenda investasi regional untuk membuka peluang kerja sama lebih luas dengan negara-negara Asia Pasifik,” kata Tirta.
Melalui diplomasi investasi yang gencar ini, Indonesia menunjukkan komitmennya untuk menjadi pemain kunci dalam fasilitasi investasi internasional. Fokus pada investasi berkelanjutan dan adaptasi terhadap era digital diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi berkualitas ke Indonesia, demi kemajuan ekonomi bangsa.
Sumber: AntaraNews