Tahukah Anda? Bunga Flamboyan 'Sepe' Kini Jadi Ikon Wisata, Festival Sepe 2025 Promosikan Kupang
Festival Sepe 2025 siap digelar di Kupang, mempromosikan bunga flamboyan 'sepe' sebagai ikon wisata dan budaya. Acara ini diharapkan menarik wisatawan dan menggerakkan ekonomi kreatif lokal.
Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang akan menggelar Festival Sepe pada tahun 2025 sebagai upaya strategis untuk mempromosikan bunga flamboyan atau Delonix regia, yang dikenal sebagai 'sepe', sebagai ikon wisata dan budaya. Festival ini direncanakan berlangsung di Taman Nostalgia, Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada tanggal 1 hingga 2 November 2025, berdekatan dengan musim mekarnya bunga sepe menjelang akhir tahun. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk menampilkan keindahan bunga, tetapi juga untuk mengukuhkan identitas Kota Kupang di mata nasional dan internasional.
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, menyatakan bahwa Festival Sepe merupakan langkah penting untuk meneguhkan 'sepe' sebagai simbol budaya dan identitas kota. Menurutnya, "Festival ini bukan sekadar menampilkan pesona bunga flamboyan, tetapi juga untuk meneguhkan sepe sebagai ikon budaya dan identitas Kota Kupang." Selain itu, festival ini juga memperkenalkan tenun bermotif bunga sepe yang telah resmi memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum RI sejak ditemukan pada tahun 2021.
Melalui penyelenggaraan Festival Sepe, Pemkot Kupang berharap dapat merawat warisan budaya, menumbuhkan kebanggaan lokal, dan menanamkan nilai-nilai budaya pada generasi muda. Kegiatan ini diharapkan mendorong mereka untuk mencintai daerahnya dengan cara yang kreatif dan bermakna. Festival ini juga menjadi bagian dari upaya untuk memperkenalkan motif daerah sendiri, yaitu motif sepe, kepada masyarakat luas.
Mengukuhkan Sepe sebagai Identitas Budaya Kota Kupang
Festival Sepe 2025 menjadi platform utama bagi Pemerintah Kota Kupang untuk memperkuat posisi bunga flamboyan atau 'sepe' sebagai identitas kultural. Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, menekankan pentingnya festival ini dalam melestarikan dan mempromosikan warisan lokal. Ia mengajak seluruh warga kota untuk berpartisipasi aktif dalam memperkenalkan motif 'sepe' yang kini menjadi ciri khas daerah.
Salah satu aspek penting yang diangkat dalam Festival Sepe adalah tenun bermotif bunga 'sepe'. Motif ini telah diakui secara hukum dengan perolehan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) pada tahun 2021, menunjukkan keunikan dan nilai artistiknya. Pengakuan ini memberikan dasar kuat bagi promosi tenun 'sepe' sebagai produk budaya unggulan Kota Kupang.
Serena Francis juga menyoroti peran festival dalam menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Dengan kegiatan yang kreatif dan bermakna, diharapkan muncul rasa cinta dan kebanggaan terhadap daerah sendiri. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Festival Sepe: Magnet Baru Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Ketua Panitia Festival Sepe dari Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Kupang, Margarita Salean, menjelaskan bahwa festival ini tidak hanya berfokus pada identitas budaya, tetapi juga bertujuan mempromosikan Kupang sebagai destinasi wisata menarik. "Dengan terselenggaranya berbagai event kreatif membuat Kupang bukan hanya menjadi tempat transit tetapi juga menjadi destinasi wisata yang menarik," ujarnya.
Festival ini akan dilaksanakan di Taman Nostalgia, lokasi yang juga menjadi pusat kegiatan Saboak Koepan, sebuah event UMKM yang rutin digelar setiap akhir pekan. Pemilihan lokasi ini, atas arahan Wali Kota Christian Widodo, bertujuan agar semangat budaya dan ekonomi kreatif dapat berpadu menjadi satu gerak bersama. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengintegrasikan aspek budaya dengan pengembangan ekonomi lokal.
Wakil Wali Kota Serena Francis mendorong agar Festival Sepe dapat menjadi perayaan tahunan. Harapan ini didasarkan pada potensi festival untuk terus menggerakkan ekonomi kreatif dan melestarikan budaya lokal bagi generasi muda. Dengan demikian, Festival Sepe diharapkan dapat memberikan dampak positif berkelanjutan bagi Kota Kupang.
- Lomba tenun motif sepe (tingkat SMA dan mahasiswa)
- Lomba fashion show tenun sepe (tingkat SD dan SMA)
- Lomba mewarnai anak (tingkat PAUD dan TK)
- Pentas tari dan musik
- Bazar UMKM dan komunitas lokal di Kupang
Margarita menambahkan bahwa seluruh pembiayaan untuk Festival Sepe 2025 bersumber dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pariwisata Kota Kupang tahun anggaran 2025.
Sumber: AntaraNews