Perum Bulog menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas stok cadangan beras pemerintah (CBP) secara nasional. Dengan total 3,9 juta ton beras yang dikelola, Bulog memastikan ketersediaan pangan pokok bagi masyarakat Indonesia tetap optimal dan layak konsumsi.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa seluruh beras yang disalurkan melalui program pemerintah, seperti Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan, selalu melewati pemeriksaan ketat. Pemeriksaan ini mencakup kuantitas dan kualitas sebelum proses pengemasan ulang dilakukan.
Langkah ini diambil untuk menjamin kepercayaan publik terhadap ketersediaan, keterjangkauan, dan Kualitas Stok Beras Bulog. Hal ini juga menegaskan peran Bulog sebagai BUMN pangan yang memiliki mandat penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Bulog dalam Menjamin Kualitas Beras
Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, secara tegas menyatakan bahwa Bulog berkomitmen penuh untuk memastikan beras yang didistribusikan kepada masyarakat selalu dalam kondisi baik dan layak konsumsi. Komitmen ini menjadi landasan utama operasional Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Untuk mendukung jaminan kualitas tersebut, Bulog secara berkala melakukan pemeriksaan mutu beras di laboratorium yang telah terakreditasi secara nasional. Pengujian laboratorium terbaru, yang dilakukan oleh PT. Saraswanti Indo Genetech dan PT. Sucofindo, menunjukkan bahwa beras yang tersimpan di gudang Bulog memenuhi semua persyaratan kualitas yang telah ditetapkan.
Sebagai badan usaha milik negara yang mengemban tugas menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, Bulog terus berupaya memastikan beras yang dikelola dan disalurkan berada dalam kondisi terbaik. Ini adalah bagian dari upaya Bulog untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap ketersediaan dan Kualitas Stok Beras Bulog.
Advertisement
Advertisement
Strategi Pengelolaan Stok Beras Nasional
Mokhamad Suyamto, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, mengungkapkan bahwa saat ini Bulog mengelola stok beras sebanyak 3,9 juta ton. Jumlah ini merupakan cadangan strategis yang vital untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional.
Dari total stok tersebut, sekitar 2,95 juta ton atau sekitar 75 persen berasal dari hasil pengadaan dalam negeri, menunjukkan upaya Bulog dalam mendukung petani lokal. Sisanya merupakan hasil pengadaan dari luar negeri yang dilaksanakan berdasarkan penugasan pemerintah pada akhir tahun 2024, untuk melengkapi cadangan nasional.
Suyamto menekankan bahwa seluruh stok beras yang dikelola Bulog dijaga secara ketat agar memenuhi standar kualitas dan tetap layak konsumsi. Meskipun demikian, terdapat sebagian kecil beras, kurang dari 0,1 persen dari total stok, yang mendapatkan prioritas untuk dilakukan langkah reproses guna menjaga Kualitas Stok Beras Bulog.
Advertisement
Reproses adalah tindakan perbaikan yang dilakukan untuk memastikan beras tetap berkualitas, dapat disalurkan, dan aman untuk dikonsumsi. Langkah ini menunjukkan proaktivitas Bulog dalam mengelola cadangan pangan agar tidak ada beras yang terbuang sia-sia dan selalu dalam kondisi optimal.
Advertisement
Prosedur Pemeliharaan dan Pengendalian Mutu Beras
Dalam menjaga Kualitas Stok Beras Bulog di gudang, Bulog menerapkan prosedur pemeliharaan beras secara berkala dan mekanisme pengendalian mutu yang ketat. Salah satu sistem yang digunakan adalah Pengelolaan Hama Gudang Terpadu (PHGT).
Sistem PHGT ini melibatkan berbagai tindakan perawatan rutin, dimulai dari spraying untuk pencegahan hama. Apabila terindikasi adanya serangan hama, Bulog akan melakukan fumigasi untuk mengatasi masalah tersebut secara efektif.
Selain itu, Bulog juga melakukan monitoring harian terhadap kondisi gudang dan lingkungan penyimpanan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa kondisi penyimpanan selalu ideal dan tidak mempengaruhi kualitas beras yang tersimpan.
Advertisement
Mokhamad Suyamto menegaskan bahwa pemeriksaan laboratorium juga dilakukan secara berkala untuk memastikan kelayakan konsumsi beras. "Semua langkah ini merupakan bentuk komitmen Bulog dalam memastikan stok beras yang dikelola tetap higienis, aman, dan bermutu," pungkas Suyamto, menegaskan dedikasi Bulog terhadap keamanan pangan nasional.
Sumber: AntaraNews