Tahukah Anda, 360 Wirausaha Baru di Pekanbaru Dapat Pelatihan Intensif dari Pelatihan Wirausaha Baru Kemenperin?
Kementerian Perindustrian menggelar **Pelatihan Wirausaha Baru Kemenperin** untuk 360 peserta di Pekanbaru, Riau, demi menciptakan IKM berdaya saing global. Simak detail programnya!
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia, bekerja sama dengan legislator, telah sukses menyelenggarakan pelatihan intensif bagi 360 peserta di Pekanbaru, Provinsi Riau. Kegiatan ini berfokus pada penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru di sektor industri kecil, menengah, dan aneka.
Pelatihan yang berlangsung mulai 26 Oktober ini bertujuan untuk menciptakan wirausaha baru serta meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat naik kelas menjadi Industri Kecil Menengah (IKM). Program ini merupakan bagian dari dua prioritas utama Kemenperin dalam mengembangkan sektor industri di Indonesia.
Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin RI, Yedi Sabaryadi, menjelaskan bahwa IKM adalah akselerasi peningkatan usaha dari mikro hingga menengah yang memiliki potensi tenaga kerja banyak. Oleh karena itu, Kemenperin merasa berkewajiban untuk terus membina dan memfasilitasi pertumbuhan mereka.
Fokus Program Kemenperin dan Target Wirausaha Baru
Kemenperin memiliki dua program prioritas utama yang menjadi landasan kegiatan ini. Pertama adalah menciptakan wirausaha baru yang inovatif dan berdaya saing, sedangkan yang kedua adalah meningkatkan daya saing UMKM agar dapat berkembang menjadi IKM yang lebih besar dan stabil.
Pelatihan ini dirancang secara intensif dan spesifik per komoditas, mencakup sektor 'bakery', perbengkelan, dan servis AC. Pendekatan ini memastikan bahwa peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan bidang usaha yang mereka geluti atau minati.
Setelah pelatihan, Kemenperin tidak berhenti begitu saja, melainkan memberikan fasilitasi lanjutan. Fasilitasi ini meliputi pengurusan perizinan, pengelolaan usaha, pembentukan kelembagaan, serta bantuan untuk mendapatkan sertifikasi halal, TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri), dan HCCP yang merupakan syarat wajib untuk ekspor.
Proses monitoring juga akan terus dilaksanakan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru. Tujuannya adalah untuk melakukan kurasi ulang agar IKM yang terbentuk dapat eksis di tingkat nasional dan bahkan mampu menembus pasar global.
Dukungan Legislator dan Potensi IKM Lokal
Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, menginisiasi kegiatan ini sebagai kelanjutan dari program kemitraan Komisi VII dengan berbagai mitra. Ini adalah kali pertama kerja sama dilakukan dengan Kemenperin RI, dan menariknya, jumlah pesertanya merupakan yang terbanyak dibandingkan program kemitraan sebelumnya.
Sebelumnya, Komisi VII telah bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata, Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah, serta Badan Standardisasi Nasional. Hendry Munief mengungkapkan bahwa partisipasi yang luar biasa ini menunjukkan antusiasme masyarakat dan potensi besar di Pekanbaru.
IKM di Pekanbaru telah menunjukkan perkembangan yang signifikan, bahkan ada dua usaha yang berhasil meraih penghargaan dalam program Kemenperin, yaitu "Indonesia Food Innovation". Produk kue bolu kemojo dan usaha Pisang Kipas Kuantan berhasil masuk dua besar nasional pada tahun 2023, menunjukkan kualitas dan inovasi produk lokal.
Dengan tema penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru industri kecil, menengah, dan aneka, diharapkan para peserta dapat memanfaatkan momentum ini. Tidak hanya ilmu dari narasumber, tetapi juga kesempatan untuk membangun jaringan kerja yang luas, karena seorang wirausahawan baru tidak mungkin berkembang tanpa koneksi yang kuat.
Sumber: AntaraNews