Survei: Kesadaran Investasi Milenial di Indonesia Masih Rendah

Senin, 15 Agustus 2022 12:26 Reporter : Yunita Amalia
Survei: Kesadaran Investasi Milenial di Indonesia Masih Rendah investasi. shutterstock

Merdeka.com - OCBC NISP Bank meluncurkan OCBC Financial Fitness Index 2022. Retail Proposition Division Head Bank OCBC NISP, Chinni Yanti Tjhin menyampaikan peluncuran indeks ini sebagai respon OCBC NISP atas minimnya kesadaran masyarakat terhadap produk investasi.

Merujuk hasil survei dari NielsenIQ Indonesia yang berkolaborasi dengan OCBC NISP, menunjukan dari total 1.335 responden dengan rentang usia 25-35 tahun, yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, Makasar, Surabaya, dan Medan, hanya 9 persen saja yang memiliki tabungan dalam bentuk investasi.

"Sedikitnya generasi muda yang menabung dan berinvestasi secara terstruktur merupakan kondisi yang mengkhawatirkan," kata Chinni saat konferensi pers di kawasan Jakarta Pusat, Senin (15/8).

Padahal, memiliki kesadaran terhadap tabungan dalam bentuk investasi merupakan sikap penting untuk mencapai kebebasan finansial saat usia pensiun. Jika memiliki tabungan konvensional saja tidak cukup untuk mencapai aspirasi keuangan. Justru, menurutnya, di usia produktif merupakan masa yang penting bagaimana agar uang bekerja untuk pribadi.

Lagipula, menurut Chinni uang hanya terparkir pada instrumen tabungan konvensional, nilainya akan tergerus pads inflasi yang terus mengalami kenaikan.

"Salah satu caranya adalah dengan segera mengambil sikap dengan mulai mengubah cara menabung dan berinvestasi sehingga kita dapat mewujudkan hal yang diimpikan dalam 5-10 tahun ke depan, seperti membeli rumah dan memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak," ujarnya.

Pada konferensi pers tersebut ditayangkan survei data NielsenIQ Indonesia Financial Fitness Index 2022 menunjukan adanya peningkatan skor financial fitness, dari 37,72 persen pada 2021, menjadi 40,06 pada 2022. Meski terjadi kenaikan skor, sebanyak 76 persen masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan keuangan yang perlu dibenahi, seperti mengeluarkan uang demi mengikuti gaya hidup teman.

Dari total responden juga menunjukan sekitar 42 persen generasi merasa percaya diri bahwa perencanaan finansial mereka saat ini akan memberikan kesuksesan finansial di masa depan. Jumlah ini justru bertolak belakang, karena 80 persen dari 42 persen generasi muda tidak melakukan pencatatan anggaran, dan hanya 26 persen yang memiliki dana darurat.

Bahkan, hanya 9 persen dari generasi muda yang telah memiliki produk investasi seperti reksadana, saham, dan tabungan berjangka. Selain itu, hanya 17 persen yang sudah memiliki pendapatan pasif, 8 persen yang menggunakan uang sesuai anggaran dan hanya 22 persen yang benar-benar paham mengenai produk investasi yang mereka miliki.

Financial Fitness Index 2022 nantinya akan hadir pada aplikasi NYALA, pada September nanti. [azz]

Baca juga:
Kapitalisasi Pasar Modal RI Terendah di ASEAN, Malaysia-Filipina Dekati 100 Persen
Per Juni 2022, Investor Pasar Modal Tumbuh 3 Kali Lipat Dibanding 2019
LPS: Minat Menabung dan Investasi Masyarakat Meningkat dalam 2 Tahun
Sidang Doni Salmanan, Kuasa Hukum Sebut Para Korban Juga Pernah Untung dari Quotex
Stockbit Ajak Mahasiswa Ikut Kompetisi Trading Saham Virtual dari UNS, Solo
Ganjar Ungkap Pertumbuhan Ekonomi Jateng Naik Tak Lepas dari Peran Petani

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini