Survei: 62 persen pengemudi ojol di Surabaya dan Jakarta dari korban PHK
Merdeka.com - Selain bisa mengurangi jumlah tenaga kerja manusia, kemajuan teknologi dalam dunia ekonomi atau ekonomi digital ini juga bisa menciptakan lapangan pekerjan baru. Salah satunya adalah profesi sebagai ojek berbasis daring (ojek online).
Salah satu peneliti dari Prakarsa, Irvan Tengku Harja mengungkapkan berdasarkan hasil survei yang dilakukan di Kota Jakarta dan Kota Surabaya ditemukan fakta yang cukup mengejutkan. Ternyata, 62 persen dari total pengemudi ojek online berasal dari para karyawan korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
"Pekerjaan sebelum menjadi pengemudi ojek online ternyata benar banyak buruh korban PHK. 62 persen mereka masuk ke ojek online karena korban PHK," kata Irvan dalam sebuah acara diskusi bertajuk Ekonomi Digital dalam Perspektif Kelas Pekerja di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (28/1).
Selain itu, Irvan juga mengungkapkan hasil survei dilihat dari pendidikan rata-rata pengemudi ojek online merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). "Mayoritas pendidikan SMA 67 persen, ada juga lulusan S1 14 persen dan lulusan D3 8 persen," ujarnya.
Irvan menjelaskan, hal tersebut merupakan salah satu bukti dengan adanya ekonomi digital angka pengangguran lulusan SMA akan berkurang sebab akan banyak terserap di bidang tersebut. "Seiring dengan masuknya ekonomi digital, angkatan kerja lulusan SMA penganggurannya akan turun. Bisa kita asumsikan mereka masuk ke sana," jelasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya