Sulit Bangun Rumah Murah di Jabodetabek Karena Tanah Sudah Dikuasai Pengembang Besar

Kamis, 9 Juli 2020 15:37 Reporter : Merdeka
Sulit Bangun Rumah Murah di Jabodetabek Karena Tanah Sudah Dikuasai Pengembang Besar Gedung bertingkat di Ibu Kota. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Direktur Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Khalawi Abdul Hamid, mengatakan pembangunan rumah subsidi sulit dilakukan di kota-kota besar seperti Jabodetabek. Itu lantaran lahan-lahan di perkotaan saat ini sudah dikuasai oleh para pengembang besar sehingga harga tanahnya mahal.

"Kenyataannya di Jabodetabek lahan dikuasai pengembang besar. Untuk kembangkan rumah MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) susah kalau cari tanah yang murah," kata Khalawi saat rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (9/7).

Oleh karenanya, dia kini terus mendorong inisiasi pembuatan bank tanah (land bank) yang berfungsi untuk mengorganisir agar tanah yang dimiliki negara bisa dikelola dan dialokasikan secara baik. "Untuk membangun rumah MBR sangat susah, makanya kita sedang mencoba mendorong di UU Pertanahan tentang adanya pasal land banking," ujar dia.

2 dari 2 halaman

Hunian Vertikal Menjadi Solusi

menjadi solusi

Akibat kesulitan mendapatkan lahan tersebut, pemerintah disebutnya juga terus berupaya untuk menambah hunian vertikal di kota besar yang terintegrasi dengan moda transportasi dalam skema Transit Oriented Development (TOD).

"Di Jabodetabek ada 56 titik, baru kita bangun 11 titik. Ini memang masih BUMN di Perumnas, dan BUMN lain yang diiniasi oleh Kementerian Perhubungan. Namun ke depan sisanya memang swasta sudah mulai masuk," jelasnya.

"Kemudian public housing, ini ada program kita 5 tahun ke depan. Kita kawal sama-sama ada 1 juta unit," pungkas Khalawi.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

[bim]

Baca juga:
Pemerintah Harap Rumah Murah BPJamsostek untuk Buruh Mulai Dibangun 2020
Griya Tipar Cakung Jadi Rusunawa Kedua yang Dialiri Gas Alam
OLX: Rumah Tapak Masih Jadi Primadona
Masih Mampukah Jakarta Sediakan Hunian Murah?
Teknologi Ini Mampu Bantu Masyarakat Bangun Rumah dalam 5 Hari
Hingga Agustus 2019, Kementerian PUPR Sudah Bangun 730.000 Rumah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini