Suku Bunga BI Naik, Siap-Siap Cicilan KPR dan Kendaraan Bermotor Lebih Mahal

Jumat, 23 September 2022 09:40 Reporter : Sulaeman
Suku Bunga BI Naik, Siap-Siap Cicilan KPR dan Kendaraan Bermotor Lebih Mahal Gedung Bank Indonesia. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 basis poin (bps), dari sebelumnya 3,75 persen menjadi 4,25 persen.

Selain itu, BI juga mengerek suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 3,50 persen. Hal yang sama juga berlaku untuk suku bunga Lending Facility dengan kenaikan sebesar 50 bps menjadi 5 persen persen.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menyampaikan, kenaikan suku bunga acuan akan memukul sektor riil. Sebab, bunga pinjaman yang dikenakan perbankan akan menjadi lebih mahal.

"Dampaknya jelas terhadap sektor riil bisa mengurangi minat pelaku usaha meminjam dari perbankan. Bunga jadi lebih mahal, sementara permintaan konsumen lemah," kata Bhima kepada Merdeka.com di Jakarta, Jumat (23/9).

Bhima mencontohkan, untuk kredit konsumsi seperti KPR dan kredit kendaraan bermotor dalam beberapa bulan ke depan akan memasuki awan cukup gelap. Sehingga, Bank harus bersiap cari cara agar nasabah KPR masih tertarik meminjam.

"Misalnya promo bunga fix rate untuk KPR diperpanjang hingga 5 Tahun," bebernya.

Bhima menerangkan, kenaikan bunga acuan sebesar 50 bps menjadi sinyal kuat BI ingin mengimbangi naiknya suku bunga bank sentral AS. Sebab, Rupiah tidak akan bisa bertahan apabila BI tidak naikan bunga 50 bps.

"Selain itu ada kekhawatiran inflasi karena naiknya harga BBM cukup berbahaya sehingga respon BI naikan bunga cukup agresif. Perkiraan kedepan BI akan naikan bunga 50 basis poin lagi," tutupnya.

2 dari 2 halaman

Kebijakan BI

Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 basis poin (bps), dari sebelumnya 3,75 persen menjadi 4,25 persen.

Keputusan itu diambil setelah bank sentral menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Rabu hingga Kamis, atau 21 sampai 22 September 2022.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 21 sampai 22 September 2022 memutuskan untuk menaikkan BI7DRRR menjadi 4,25 persen," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (22/9).

Suku bunga Deposit Facility juga naik sebesar 50 bps menjadi 3,50 persen. Hal yang sama juga berlaku untuk suku bunga Lending Facility dengan kenaikan sebesar 50 bps menjadi 5 persen persen.

Perry mengungkapkan, keputusan untuk menaikkan suku bunga tersebut untuk menurunkan laju inflasi imbas kenaikan harga BBM subsidi maupun komoditas energi dunia. Sehingga, pergerakan inflasi diharapkan akan sesuai dengan target pemerintah di angka angka 3 persen plus minus 1 persen.

Selain itu, Bank Indonesia juga ingin terus memperkuat nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta menjaga perekonomian di tengah ketidakpastian global akibat ketegangan geopolitik dunia.

"Keputusan kenaikan suku bunga tersebut sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memitigasi risiko peningkatan inflasi inti dan ekspektasi inflasi akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan inflasi volatile food, serta memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah agar sejalan dengan nilai fundamentalnya dengan masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global," tutupnya. [idr]

Baca juga:
Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,25 Persen
Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi, Bank Mandiri Dukung Kenaikan Suku Bunga Acuan BI
Inflasi Tinggi Dipicu Harga BBM, BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 3,75 Persen
Bank Indonesia Diprediksi Naikkan Suku Bunga Acuan Jika Inflasi Tembus 3 Persen
Menko Airlangga Minta BI Tak Buru-Buru Naikkan Suku Bunga Acuan, ini Alasannya
Sri Mulyani Prediksi BI Naikkan Suku Bunga Hingga 100 Bps Tahun Ini

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini