Sudah dikeruk Freeport 1,7 miliar ton, emas Papua habis di 2054

Senin, 20 Maret 2017 14:03 Reporter : Syifa Hanifah
Freeport. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Freeport Indonesia tercatat sudah beroperasi dari 1967 dan memegang izin Kontrak Karya (KK) dari pemerintah waktu itu. Freeport telah mengeruk kekayaan Papua berupa emas dan tembaga. Pertambangan Grasberg, Tembagapura, Timika merupakan tambang dengan kandungan emas terbesar di dunia.

SVP Geo Engineering PT Freeport Indonesia, Wahyu Sunyoto mengatakan, sisa cadangan emas dan tembaga di tambang Grasberg hanya 2,1 miliar ton dari total emas dan tembaga yang mencapai 3,8 milliar ton.

"Sampai sekarang 1,7 miliar ton yang sudah ditambang, yang tersisa hanya 2,1 miliar ton," katanya di Hotel Bidakara, Senin (20/3).

Dia memprediksi, tahun 2054 cadangan emas dan tembaga di bumi Papua akan habis. Namun dia telah melakukan antisipasi agar itu tidak terjadi dengan terus menurunkan kapasitas produksi di tambang Grasberg.

"Sekarang masih tersisa (2,1 milliar ton) untuk menjaga produksi (sampai) 2054 dengan menurunkan kapasitas produksi 100.000 ton per hari," jelasnya.

Lebih lanjut perlu usaha keras untuk menemukan emas dan tambang di bumi Papua karena terkendala infrastruktur. "Penemuan (emas dam tembaga) semakin maju ada tambang tambang lainnya di Papua. Tantangan utama adalah daerah yang sangat rapat. Eksplorasi konvensional gak bisa," ujarnya.

Sementara itu terkait polemik perubahan izin dari KK menjadi IUPK, dia berharap pemerintah dan Freeport untuk duduk bersama mencari solusi.

"Pak Dirjen Minerba memberikan enam bulan ke depan. Akan kita manfaatkan untuk cari solusi terbaik," tutupnya. [idr]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.