Film Mother Mary: Drama Musikal, Thriller Psikologis A24 Tayang di Indonesia

Saksikan Film Mother Mary, perpaduan drama musikal dan thriller psikologis dari A24, yang dibintangi Anne Hathaway. Tayang di bioskop Indonesia mulai 24 April 2026, film ini menjanjikan kisah bintang pop dengan sisi gelap yang kompleks.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Film Mother Mary: Drama Musikal, Thriller Psikologis A24 Tayang di Indonesia
Saksikan Film Mother Mary, perpaduan drama musikal dan thriller psikologis dari A24, yang dibintangi Anne Hathaway. Tayang di bioskop Indonesia mulai 24 April 2026, film ini menjanjikan kisah bintang pop dengan sisi gelap yang kompleks. (AntaraNews)

Film drama musikal terbaru dari studio A24, “Mother Mary”, siap menyapa penonton di bioskop-bioskop Indonesia mulai Kamis, 24 April 2026. Film ini, yang disutradarai dan ditulis oleh David Lowery, menawarkan perpaduan genre yang menarik, menggabungkan elemen drama musikal dengan sentuhan thriller psikologis dan misteri. Penayangan di Indonesia ini menyusul debutnya di Amerika Serikat pada 17 April 2026, memperluas jangkauan kisah bintang pop Mary yang diperankan oleh Anne Hathaway.

Mengusung tagline provokatif “Ini bukan sebuah cerita hantu” atau “This is Not a Ghost Story” pada posternya, “Mother Mary” menjanjikan narasi yang lebih dalam dari sekadar drama biasa. Film ini mengisahkan transformasi total Anne Hathaway sebagai diva pop ikonik dengan sisi gelap yang kompleks, berpadu dengan alur cerita yang penuh intrik. Produksi A24 ini menjadi salah satu rilisan yang paling dinantikan pada tahun 2026, berkat reputasi studio dalam menyajikan karya-karya sinematik yang unik dan berani.

Distributor film telah mengonfirmasi perluasan penayangan ke Indonesia, dengan acara pemutaran pratayang yang digelar di bioskop kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Kehadiran film ini di Tanah Air diharapkan dapat memuaskan dahaga penikmat film akan tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memicu pemikiran. Dengan durasi 112 menit, “Mother Mary” siap membawa penonton dalam perjalanan emosional dan misterius.

Kisah Bintang Pop dan Krisis Emosional

“Mother Mary” berpusat pada kehidupan Mary, seorang bintang panggung musik pop yang gemerlap, diperankan oleh Anne Hathaway. Namun, di balik sorotan panggung, Mary mengalami krisis emosional yang membuatnya menghentikan tur konsernya secara tiba-tiba. Dalam upaya untuk comeback dan menemukan kembali jati dirinya, Mary memutuskan untuk menghubungi sahabat lamanya, Sam Anselm, seorang perancang kostum yang diperankan oleh Michaela Coel.

Pertemuan kembali antara Mary dan Sam, yang dulunya memiliki hubungan dekat dan Sam berperan penting dalam membentuk citra publik Mary, memicu pengungkapan kembali trauma masa lalu dan konflik yang terpendam. Dinamika hubungan mereka menjadi inti cerita, di mana luka-luka lama muncul ke permukaan menjelang persiapan penampilan comeback Mary.

Aspek musikal film ini diperkaya dengan lagu-lagu tema orisinal yang diciptakan oleh produser musik Jack Antonoff dan Charli XCX, dengan Daniel Hart sebagai penata musik. Selain itu, penyanyi asal Inggris FKA twigs juga berkontribusi dengan lagu-lagunya dan turut berakting sebagai karakter Imogene, menambah kedalaman artistik pada film ini.

Daya Tarik Unik Produksi A24

Studio A24 telah membangun reputasi sebagai rumah produksi yang konsisten melahirkan film-film dengan gaya penceritaan yang unik, sinematografi yang mencolok, dan komitmen terhadap visi artistik sutradara. “Mother Mary” adalah contoh terbaru dari pendekatan A24 yang berani mengeksplorasi emosi manusia yang kompleks, tema-tema eksistensial, dan narasi yang melampaui batas genre.

David Lowery, sutradara di balik film-film seperti “A Ghost Story” dan “The Green Knight”, membawa sentuhan khasnya dalam menggabungkan drama musikal dengan elemen thriller psikologis dan misteri. Pendekatan A24 yang memberikan kebebasan kreatif kepada pembuat film seringkali menghasilkan karya-karya yang orisinal dan tak terlupakan. Hal ini juga terlihat dari respons positif penonton, seperti yang diungkapkan oleh Petrus Kristianto, staf pemrograman Flix Cinema, yang mengagumi film-film A24 karena selalu berbeda.

Petrus Kristianto secara khusus menyoroti bagaimana “Mother Mary” menampilkan Anne Hathaway sebagai musisi yang sangat meyakinkan, seolah-olah ia adalah penyanyi profesional dunia. Reputasi A24 dalam menciptakan film-film yang memicu percakapan dan memberikan pengalaman sinematik yang mendalam terus berlanjut dengan “Mother Mary”, menjadikannya salah satu film yang patut disaksikan.

Transformasi Anne Hathaway di Layar Lebar

Anne Hathaway, aktris peraih Oscar yang dikenal melalui perannya dalam film-film seperti “The Devil Wears Prada” (2006) dan sekuelnya yang akan datang, “The Devil Wears Prada 2”, kembali memukau penonton dengan transformasi perannya. Dalam “Mother Mary”, Hathaway tidak hanya berakting, tetapi juga membawakan sejumlah lagu tema orisinal, menunjukkan kemampuan musikalnya yang luar biasa.

Untuk mendalami perannya sebagai diva pop yang kompleks, Hathaway bahkan mengaku terinspirasi oleh musisi dunia, Beyoncé, terutama dalam memahami cara seorang ikon pop membawa dirinya di atas panggung. Peran ini memberikan kesempatan bagi Hathaway untuk menampilkan sisi yang berbeda dari dirinya, jauh dari karakter-karakter sebelumnya, dan menegaskan jangkauan aktingnya yang luas.

Penampilan Hathaway sebagai Mary telah mendapat pujian, dengan beberapa penonton menyebutnya mampu menguasai panggung layaknya penyanyi profesional. “Mother Mary” menjadi bukti lain dari dedikasi Anne Hathaway dalam memilih peran yang menantang dan inovatif, terus mengasah kemampuannya sebagai seniman serba bisa di industri perfilman global. Film ini tidak hanya menampilkan drama yang kuat, tetapi juga pengalaman musikal yang imersif.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi