Stok Beras Bulog Solo Capai 36.700 Ton, Cukup Untuk 2 Tahun

Rabu, 4 September 2019 18:21 Reporter : Arie Sunaryo
Stok Beras Bulog Solo Capai 36.700 Ton, Cukup Untuk 2 Tahun Beras Bulog. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Meski musim kemarau diprediksi bakal panjang, warga Kota Solo tak perlu khawatir akan kekurangan beras. Sebab, stok beras yang ada di gudang Bulog Subdivre III Surakarta saat ini tersedia sebanyak 36.700 ton. Jumlah tersebut bisa mencukupi kebutuhan untuk dua tahun ke depan.

Kepala Perum Bulog Subdivre III Surakarta, Mika Ramba Kendenan mengatakan, dari total stok tersebut, 30 ribu ton di antaranya adalah beras berkualitas medium. Sedangkan sisanya merupakan beras kualitas premium dan campuran.

"Stok beras yang ada saat ini 36.700 ton, cukup untuk 2 tahun ke depan," ujar
Mika, Rabu (4/9).

Menurutnya, stok tersebut akan terus bertambah mengingat pihaknya masih melakukan penyerapan di lapangan. Bahkan, pada tahun ini, realisasi penyerapan masih jauh dari yang ditargetkan, yakni 75.000 ton.

"Target penyerapan kita tahun ini 75.000 ton, realisasinya baru 22.000 ton," jelasnya.

Tersendatnya penyerapan tahun ini, salah satunya disebabkan oleh stabilnya harga beras dan gabah di pasaran. Sementara Bulog baru bisa masuk untuk membeli gabah dan beras di petani ketika harga jatuh. Mika menjamin dari total stok beras yang dimiliki saat ini tidak ada yang mengalami turun mutu.

"Beberapa waktu lalu kami mengirimkan beras ke Sumatera Barat 1.000 ton. Tidak ada komplain terkait kualitas maupun kuantitas. Padahal beras yang kami kirim sudah tersimpan sekitar satu tahun," katanya lagi.

Terkait dengan pengiriman nasional untuk mengurangi stok di gudang Bulog, pihaknya menunggu perintah dari pusat.
Sedangkan untuk mengejar target penyerapan pada tahun ini, pihaknya melakukan penyerapan di lapangan dengan skim yang berbeda, yaitu dengan konsep "buy to sale".

Yakni dengan membeli ke petani, baru kemudian disalurkan. Untuk sistem ini, dijelaskannya, Bulog membeli diatas harga HPP. Jika HPP beras kan Rp8.030/kg, pihaknya akan membeli dengan harga Rp9.000/kg dan kemudian dijual dengan harga diatas harga beli. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini