Sri Mulyani: Seluruh dokumen anggaran diperiksa, hingga titik koma
Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pengadaan barang dan jasa untuk belanja pemerintah merupakan sektor paling rawan dalam pengelolaan anggaran. Untuk itu, dia meminta seluruh pejabat dan pegawai Kementerian Keuangan berhati-hati dalam menetapkan dan mengalokasikan anggaran.
"Saya minta seluruh dokumen anggaran diperiksa, tidak hanya titik koma, angka, juga peruntukkannya," ujar Sri Mulyani saat memberi sosialisasi di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (28/6).
Sri Mulyani mengatakan, tidak hanya dalam pengelolaan, dalam penetapan besaran anggaran para pejabat harus dapat memastikan jumlah anggaran. Sehingga, hal ini tidak selalu mendapat revisi atau penambahan di kemudian hari.
Sri Mulyani mencontohkan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) salah satu instansi yang pernah mengajukan penambahan anggaran untuk membiayai suatu program. Pihaknya pun tidak lantas mengabulkannya, namun melakukan koreksi terhadap anggaran yang ada.
"Bea cukai waktu itu melapor saya, saya waktu itu diajak olahraga dulu biar senang. Habis itu mereka lapor katanya patroli bea dan cukai kurang (anggarannya) sekitar Rp 34 triliun kalau tidak salah. Saya bilang, pokoknya itu harus dipenuhi, saya tidak mau menambah belanja anggaran. Setelah di cek Pak Wamenkeu ternyata anggaran yang ada bisa digunakan tanpa menambah belanja anggaran," jelasnya.
Untuk itu, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menegaskan, pentingnya melakukan perencanaan anggaran yang baik dan benar. Pejabat yang berwenang mengajukan kebutuhan anggaran juga tidak boleh takut mengelola anggaran.
"Kita mengelola keuangan tidak boleh merasa takut. Saya takut ditangkap KPK, saya takut nanti diaudit. Kalau Anda merasa takut, berarti ada dua hal, Anda tidak tahu aturan sehingga Anda takut melanggar, atau memang Anda punya niat," tandasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya