Sri Mulyani: Dampak Ekonomi Akibat Corona Lebih Kompleks Dibanding Krisis 2008 & 1998

Senin, 6 April 2020 16:43 Reporter : Dwi Aditya Putra
Sri Mulyani: Dampak Ekonomi Akibat Corona Lebih Kompleks Dibanding Krisis 2008 & 1998 Menkeu Sri Mulyani. ©2018 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengakui dampak ekonomi dari virus corona atau Covid-19 lebih kompleks jika dibandingkan krisis 2008-2009 dan 1997-1998. Sebab, tidak ada aktivitas kegiatan ekonomi di dalam negeri dan juga tidak ada yang mengetahui kapan bencana virus ini selesai.

"Maka kami sampaikan Covid-19 jauh lebih kompleks bahkan dari krisis 2008-2009 dan 1997-1998 karena kita tahu penyebabnya," ungkapnya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, di Jakarta, Senin (6/4).

Sri Mulyani mengatakan, krisis terjadi pada tahun 2007 dan 2008 lebih disebabkan karena lembaga keuangan dan korporasi mengalami kebangkrutan.

"Ini (corona) tidak ada jangkar, karena tidak tahu kapan covid berhenti. Apakah sudah setelah puncak mengerikan atau dalam situasi lebih baik," kata dia.

1 dari 1 halaman

Sektor UMKM Ikut Terpukul

ikut terpukul rev1

Sebelumnya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengakui bahwa dampak virus corona atau Covid-19 ke Indonesia sangat memukul sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Padahal sektor UMKM, pada saat terjadi krisis 1997-1998 lalu, menjadi yang terkuat bahkan tidak terdampak.

"Sekarang UMKM terpukul paling depan karena ketiadaan kegiatan di luar rumah oleh semua masyarakat," kata dia dalam video conference di Jakarta, Rabu (1/4).

Menurut Sri Mulyani, berdampak besarnya sektor UMKM karena pemerintah menerapkan kebijakan social distancing atau menjaga jarak dengan memberlakukan seluruh aktivitas kegiatan menjadi di rumah. Langkah itu dilakukan agar penyebaran virus corona tidak begitu luas.

Kebijakan tersebut membuat ruang gerak atau aktivitas pelaku usaha UMKM mengalami tekanan mendalam. Sehingga mau tidak mau dampak ekonomi harus ditelan oleh para UMKM.

"Sektor UMKM yang biasanya safety net sekarang pukulan besar karena pembatasan ekonomi dan sosial yang pengaruhi kemampuan UMKM yang biasanya secara resilient bisa hadapi kondisi 97-98," jelas dia [idr]

Baca juga:
IMF: Dampak Virus Corona Lebih Mengerikan dari Krisis Keuangan 2008
Skenario Terburuk, Ekonomi China Tak Tumbuh di 2020 Akibat Pandemi Covid-19
UMKM, Berjaya Saat Krisis Moneter 98 Kini Merana Dihantam Corona
Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi Resesi Global Akibat Virus Corona
Rupiah Kembali Melemah Imbas Pernyataan IMF Virus Corona Picu Krisis Ekonomi
Ekonomi Diprediksi Bisa Kembali ke Masa Krisis 98 Jika Darurat Sipil Diberlakukan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini