Soal pajak mobil sedan usulan Kemenperin, ini tanggapan Menteri Sri Mulyani

Kamis, 15 Februari 2018 17:56 Reporter : Anggun P. Situmorang
Soal pajak mobil sedan usulan Kemenperin, ini tanggapan Menteri Sri Mulyani BNN dan Bea Cukai ungkap penyelundupan sabu jaringan internasional. ©2018 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah mengusulkan revisi struktur perpajakan di industri otomotif. Salah satunya Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk produk kendaraan jenis sedan.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan pihaknya telah mendapatkan laporan mengenai revisi pajak kendaraan sedan dari Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto. Menurut Menteri Airlangga, saat ini kendaraan jenis sedan bukan lagi tergolong kendaraan mewah.

"Pak Menperin kan dari sisi strategi industri mengatakan bahwa kendaraan sedan bukan lagi kendaraan luxurius, untuk itu skema dari sisi insentif pajak atau rezim pajaknya akan disesuaikan dengan kebutuhan strategi industri dalam negeri," ujarnya di Kantor Bea Cukai, Jakarta, Kamis (15/2).

Menteri Sri Mulyani mengatakan, pihaknya akan mengkaji terkait permintaan tersebut. Dia memastikan pajaknya akan disesuaikan dengan kebutuhan strategi industri dalam negeri.

"Kita akan bahas dengan tim tarif dengan melihat bagaimana perubahan komponen itu akan kita berlakukan," jelasnya.

Namun, Menteri Sri Mulyani belum dapat memastikan apakah besaran pajak untuk sedan dapat diturunkan atau tidak. "Saya belum bisa menyampaikan hari ini. Tapi lebih kepada tujuannya mengurangi impor, harusnya bentuknya cukai bukan PPnBM," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan alasan diaturnya pajak sedan untuk mendorong dan meningkatkan pabrik sedan. Untuk saat ini, kata dia, jumlah produksi dari pabrik berkapasitas 2 juta.

Sementara jumlah yang terealisasi baru 1,4 juta per tahunnya. "Kalau dengan adanya insentif intensitasnya akan baik. Nah yang diproduksi di Indonesia kan kebanyakan jenis MPV. Sedangkan di dunia itu kebanyakan sedan," imbuhnya.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini