Skema Penyaluran Dana Bos Diubah, Kapasitas Kepala Sekolah jadi Perhatian

Sabtu, 15 Februari 2020 17:25 Reporter : Merdeka
Skema Penyaluran Dana Bos Diubah, Kapasitas Kepala Sekolah jadi Perhatian rupiah. shutterstock

Merdeka.com - Sistem penyaluran dana biaya operasional sekolah (BOS) semakin efisien. Sekolah kini tidak perlu menunggu kabar dari Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mendapatkan dana BOS, melainkan langsung ditransfer pemerintah melalui rekening kepala sekolah.

Melihat perubahan penyaluran dana BOS yang menyasar kepala sekolah, Pemerhati Pendidikan, Asep Sapa'at mengatakan, kebijakan ini merupakan momen penting, guna menguji kapasitas kepala sekolah.

"Dengan bicara penyaluran dana, kita berfikir seberapa (besar) kita punya profil kepsek yang kompeten," ujar Asep, dalam acara talk show Polemik di Ibis Tamarin, Jakarta, Sabtu (15/2).

Kemudian Asep mengatakan, ada dua aspek yang perlu diperhatikan saat berbicara mengenai kapasitas kepala sekolah, di antaranya mengenai kepemimpinannya.

"Bicara soal leadership, kita bicara tentang visi, prioritas kebijakan anggaran, kemudian strategi-strategi, sebenarnya kalau misalnya kepala sekolah tidak memiliki visi, atau tidak mengetahui tentang strategi, tujuannya itu tidak paham, artinya itu berbahaya," jelasnya.

Asep mengatakan, kapasitas kepala sekolah dapat menentukan arah kemajuan sekolah yang dipimpin, guna akhirnya pemerintah bisa melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai undang-undang dasar (UUD). "Bicara tentang visi sekolah, anggaran menjadi salah satu sumber daya, artinya kita bicara tentang target," jelasnya.

"Karena berapapun anggaran yang dikucurkan, (kalau dia tidak paham strategi atau uangnya akan dialokasikan untuk apa), itu bahaya," tambah Asep.

Selain itu, Asep menambahkan, hal kedua yang penting dibahas adalah tentang managerial tata kelola sekolah. "Ketika semua sepakat, transfer langsung ke kepala sekolah, kita akan lihat mana kepala sekolah yang betul-betul serius, membangun sistem tata kelola keuangannya," paparnya.

1 dari 1 halaman

Pendidikan Investasi Jangka Panjang

Kemudian, Asep menambahkan, pentingnya bertanggung jawab untuk skema baru mengenai perubahan dana BOS. Sebab pendidikan merupakan investasi untuk jangka panjang.

"Bahwasannya ketika bicara pendidikan, kita bicara tentang investasi, maka yang perlu dipertanggungjawabkan. Karena sebenarnya ini tanggung jawab moral kita (pemerintah dan pihak sekolah) dengan angka yg luar biasa besar, perubahan positif apa yg akan terjadi?" papar Asep.

Kemudian Asep mengatakan, untuk mengatasi rasa khawatir itu, dana BOS harus terus dikawal. "Harusnya semua dana bantuan biaya apapun, yang terkait dengan pendidikan, ini bicaranya harus soal paradigma investasi."

Reporter Magang : Nurul Fajriyah [did]

Baca juga:
Syarat Agar 50 Persen Dana BOS Bisa untuk Gaji Guru Honorer
Perlancar Layanan Pendidikan, PGRI Dukung Penuh Penyederhanaan Penyaluran Dana BOS
Skema Baru Pencairan Dana BOS dan Dana Desa Bagian Upaya Penyederhanaan Birokrasi
Polemik Naiknya Gaji Guru Honorer
Gaji Berpotensi Naik, Pemerintah Diingatkan Hati-Hati Ada Guru Honorer Bodong
Per Hari Ini, Kemenkeu Salurkan Dana BOS Rp9,8 Triliun ke 136.579 Sekolah
Cerita Nadiem Makarim: Ada Kepala Sekolah Gadai Motor Untuk Bayar Operasional

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini