Simak Rahasia Sukses Jack Ma, Si Gaptek yang jadi Pengusaha Tajir e-Commerce

Sabtu, 5 Oktober 2019 07:00 Reporter : Merdeka
Simak Rahasia Sukses Jack Ma, Si Gaptek yang jadi Pengusaha Tajir e-Commerce Jack Ma bicara di Pertemuan IMF-Bank Dunia. ©2018 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Jack Ma dikenal sebagai salah satu orang terkaya di China dan dunia. Jika Anda sering berbelanja di e-commerce, pasti pernah mendengar Alibaba.

Ya, Jack Ma adalah miliarder di balik kesuksesan Alibaba Group, perusahaan teknologi dan bisnis besar asal China. Menurut Forbes, kekayaan Jack Ma saat ini sebesar USD 38,6 miliar atau Rp542 triliun (USD 1 = Rp14.052). Dia adalah orang terkaya nomor 21 di dunia.

Namun, siapa yang menyangka kalau ternyata Ma adalah orang yang tidak tahu apa-apa soal teknologi, alias gagap teknologi (gaptek). Bagaimana bisa orang gaptek sukses membesarkan perusahaan teknologi?

Ma, dalam wawancaranya dengan CNBC, mengakui kalau dirinya tidak mengetahui apapun soal teknologi, pemasaran dan hal apapun tentang bisnis.

Maka dari itu, ada beberapa resep yang Jack Ma gunakan untuk mencapai kesuksesan hingga dirinya menjadi miliarder seperti sekarang, dikutip dari City A.M.

1 dari 3 halaman

Belajar dari Kegagalan

Pertama, pelajari mengapa orang bisa gagal. Jangan belajar dari kisah sukses, karena menurut Jack Ma, orang sukses hanya terlihat manisnya saja.

Sebaliknya, kita harus tahu apa yang membuat usaha gagal agar kita tidak melakukannya di kemudian hari sekaligus membuat kita berpikir mencari alternatif jika suatu jalur berpotensi membuat usaha gagal.

2 dari 3 halaman

Dengarkan

Kedua, dengarkan "tetangga" sebelah. Maksudnya bukan mendengarkan omongan orang-orang secara acak tentang bisnis mereka. Kalaupun ada, mereka punya potensi merendahkan kita sehingga jangan Anda hiraukan.

Ketika "tetangga" yang sudah lebih dulu sukses punya jamu sendiri, coba ikut cicipi jamu tersebut untuk usaha Anda. Siapa tahu, berhasil.

3 dari 3 halaman

Berinovasi

Ketiga, terapkan filosofi "perbaiki atap saat matahari bersinar". Maksudnya, Ma dengan berani mengubah arah perusahaan justru ketika kinerjanya sedang dalam kondisi baik.

Namun, ketika perusahaan sedang di bawah, waspadalah untuk mengambil tiap langkah. Jika badai datang tapi Anda tidak "naik ke atas untuk membetulkan atap, rumah Anda akan hancur". Kira-kira, demikian interpretasi filosofi Jack Ma dalam bisnisnya.

"Ketika saya merasa tahun ini hebat bagi perusahaan, artinya itu sebuah sinyal bahwa kami harus ubah arah perusahaan," tuturnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6

[bim]

Baca juga:
Berkunjung ke Kantor Pusat Alibaba di Hangzhou
HUT Ke-20 Menandai Era Baru Alibaba, Jack Ma Pamitan
Pensiun dari Alibaba, Kekayaan Jack Ma Tembus Rp542 Triliun
Cerita di Balik Orang Terkaya China Tanggalkan Jabatan Saat di Puncak Kesuksesan
Jack Ma Pensiun, Ingin Kembali Jadi Guru Bahasa Inggris

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini