Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sandiaga: Belum 6 Bulan Kerja, Terlalu Dini Jika Jokowi Mau Reshuffle Menteri

Sandiaga: Belum 6 Bulan Kerja, Terlalu Dini Jika Jokowi Mau Reshuffle Menteri Acha Septriasa bersama Sandiaga Uno. ©2018 instagram.com/septriasaacha

Merdeka.com - Sandiaga Uno mengomentari kabar perombakan (reshuffle) kabinet Indonesia Maju. Menurutnya, masih terlalu dini Presiden Jokowi untuk mereshuffle kabinetnya. Mengingat masa kerja para menteri baru 6 bulan.

"Menurut saya terlalu dini (memilih menteri apa yang harus segera diganti), baru kerja belum sampai 6 bulan," ujarnya di Rumah Siap Kerja, Jakarta, Sabtu (22/2).

Maka dari itu, Sandiaga mengatakan untuk baiknya memberi kesempatan para menteri bekerja terlebih dulu dan berbaik sangka saja. "Khusnudzon saja, kita beri para menteri ini ruang, untuk mereka berkreasi dan menghasilkan kebijakan. Terlalu harsh (kejam) buat saya (reshuffle kabinet), kecuali ada masalah hukum."

Sandiaga Uno yang juga merupakan politisi Gerindra ini mengatakan optimistis pada kinerja menteri. Khususnya bidang ekonomi.

Sebab, pemerintah baru saja menyelesaikan perjanjian kerjasama dagang dengan Australia. Diharapkan perjanjian dagang ini bisa menurunkan harga bahan pokok. "Saya memberikan apresiasi untuk perjanjian dagang Australia dan Indonesia. Itu yang kita harapkan untuk bisa menurunkan harga-harga bahan pokok," ujar Sandiaga.

Kemudian, Sandiaga juga menyoroti realisasi investasi yang mulai mendapat sinyal baik. Dia berharap kehadiran Omnibus Law dapat menjadi senjata pemerintah dalam menjaga perekonomian dari gejolak dunia.

"Ini terlalu 'pagi' untuk mulai menepuk dada. Kita harus bekerja ekstra keras untuk memastikan, di bulan Juni terutama, di mana puncak daripada ketidakpastian ekonomi ini, bisa kita lewati dengan satu pendekatan yang inklusif, komprehensif, yang kita harapkan salah satunya didorong dengan disahkannya RUU omnibus law," papar Sandiaga.

Pun, Sandiaga menambahkan keyakinannya bahwa angka pengangguran di Indonesia bisa semakin membaik. "Menurut saya, karena lapangan kerja sekarang masih belum bisa tercipta, ada 50.000 pengangguran baru di September, (saat angka kembali keluar) pada Maret, saya berharap angka ini akan membaik."

Istana Bantah Isu Reshuffle

isu reshuffleRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman membantah isu reshuffle di Kabinet Indonesia Maju. Adapun isu itu pertama kali diucapkan oleh salah satu pendukung Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Dede Budhyarto dalam akun twitternya.

"Tidak ada rencana reshuffle," ucap Fadjroel saat dikonfirmasi, Jumat (21/2/2020).

Menurut dia, Jokowi mempersilakan para menterinya dalam melaksanakan setiap program kerjanya. Meski begitu, Jokowi tetap rutin mengevaluasi rencana kerja mereka.

"Semua menteri dipersilakan melaksanakan rencana kerjanya, dan presiden memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan rencana kerja masing-masing," jelasnya.

Relawan Jokowi Hembuskan Rencana Reshuffle

hembuskan rencana reshuffleRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi disebut menggelar pertemuan dengan para relawannya di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa 18 Februari 2020.

Kepada para relawannya yang telah membantunya di Pilpres 2019 lalu itu, Jokowi disebut menyampaikan bahwa akan ada reshuffle di Kabinet Indonesia Maju.

Dede menuturkan bahwa Jokowi akan mengganti menteri-menteri yang dinilai kinerjanya tidak bagus. Meski begitu, Dede tak menyebutkan siapa saja menteri tersebut.

"Pengen cerita hasil pertemuan dengan Presiden @jokowi. Eh pulang dari Istana Bogor malah sakit. Intinya bakal ada resafel tunggu saja yah. Menteri yang kinerjanya ndak bagus klen bakalan dicukupkan," tulis Dede, Jumat (21/2/2020).

Reporter Magang : Nurul Fajriyah

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP