Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rupiah tinggalkan Rp 13.000 per USD, JK sebut berkat Tax Amnesty

Rupiah tinggalkan Rp 13.000 per USD, JK sebut berkat Tax Amnesty JK buka puasa bersama anak yatim di JCC Senayan. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak menguat tajam di perdagangan kemarin. Rupiah meninggalkan level Rp 13.000 per USD menuju Rp 12.950 per USD.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menilai penguatan mata uang Garuda tersebut disinyalir dampak positif dari program Tax Amnesty atau amnesti pajak.

"Pada dewasa ini tentu karena melihat potensi-potensi Tax Amnesty, karena cukup baik maka Rupiah menguat," ucap Wapres JK di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (28/9).

Menurutnya, program amnesti pajak juga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang kian membaik. Penguatan nilai tukar Rupiah ini menjadi salah satu indikatornya.

"Ya Rupiah itu turun naik kepada Dolar, tergantung. Bisa Rupiah kuat bisa Dolar melemah. Karena itu, kan ekonomi kita artinya stabil karena itu," ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan penguatan Rupiah terhadap Dolar AS memberi dampak negatif dan positif terhadap Indonesia. Jika dari sisi APBN, pergerakan Rupiah sampai akhir tahun tentu mempengaruhi penghitungan dari penerimaan, terutama dari ekspor maupun sumber daya alam.

"Tapi tentu ini ada nilai positifnya, dari sisi inflasi menjadi lebih stabil karena importir in place-nya menjadi sangat rendah. Rakyat secara keseluruhan menikmati keuntungan dari penguatan Rupiah walaupun dari sisi APBN tentu akan ada implikasinya dari sisi penerimaan," kata Sri Mulyani di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP