Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Revisi Turun, Menkeu Sebut Defisit APBN 2022 Diproyeksi 3,9 Persen

Revisi Turun, Menkeu Sebut Defisit APBN 2022 Diproyeksi 3,9 Persen Menkeu Sri Mulyani. istimewa ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2022 pada kisaran Rp 732 triliun atau 3,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sebelumnya, pada rapat kerja bersama Banggar beberapa waktu lalu, Menkeu Sri Mulyani mengatakan defisit APBN 2022 diproyeksi di kisaran 4,5 persen.

"Defisit kita akan turun lebih dalam lagi dari yang tadinya setelah kami sampaikan di banggar. Sekarang kami memperkirakan akan di bawah 4 persen. Jadi ini drop ke Rp 732 triliun atau hanya 3,9 persen dari PDB," kata menkeu dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran DPR RI dan Gubernur Bank Indonesia, dalam rangka Pembahasan Laporan Realisasi Semester I dan Prognosis Semester II APBN TA 2022, Jumat (1/7).

Menurutnya, defisit yang turun drastis menggambarkan APBN menjadi relatif lebih sehat dan kuat. Sehingga hal itu sesuai dengan strategi menghadapi kondisi yang sedang rentan, terutama di sektor keuangan dengan global dan kenaikan suku bunga.

Menkeu juga memperkirakan pada akhir 2022 pendapatan negara bisa mencapai Rp 2.436,9 triliun atau lebih 107,5 persen dari target Perpres 98 tahun 2022 sebelumnya yakni Rp 2.266,2 triliun. "Jadi Perpres sendiri sudah naik lebih dari Rp 400 triliun, ini masih akan tembus di atas itu yaitu 107,5 persen atau umbuh 21,2 persen," ujar menkeu.

Di mana, penerimaan pajak diprediksi bisa mencapai Rp 1.608 triliun atau lebih 108,3 persen dari target Perpres yang Rp 1.485 triliun. Angka ini ini sudah naik lebih tinggi dari APBN awal yang hanya Rp 1.265 triliun.

Selanjutnya, penerimaan Kepabeanan dan Cukai dalam hal ini diperkirakan mencapai di atas Rp 316,8 triliun atau tumbuh 17 persen, angka itu tentunya juga lebih tinggi dari target Perpres yaitu 105,9 persen sebesar Rp 299 triliun. "(Angka) ini sudah jauh lebih tinggi dari APBN awal," imbuhnya.

Demikian juga dengan PNBP, diperkirakan mencapai di atas Rp 510 triliun atau naik 11,4 persen sebesar Rp 106,1 triliun. Artinya, jauh lebih tinggi dari target Perpres yang hanya Rp 481,6 triliun.

Belanja Negara

revisi turun, menkeu sebut defisit apbn 2022 diproyeksi 3,9 persenRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sementara, untuk belanja negara diperkirakan akan berjalan cukup baik. Perkiraannya belanja pemerintah pusat akan tumbuh 18,5 persen. Menurut Menkeu Sri Mulyani, belanja K/L barangkali mungkin masih akan mengalami tekanan meskipun pihaknya melakukan beberapa relaksasi untuk automatic adjustment.

Sementara, untuk belanja non K/L diprediksi mengalami lonjakan luar biasa sebesar 65 persen pertumbuhannya yaitu, mencapai Rp 1.337 triliun.

"Jadi total Belanja Negara Tahun ini diperkirakan mencapai Rp 3.169 triliun. Ini jauh-jauh lebih besar dari APBN awal yang hanya menganggarkan Rp 2.714 triliun. Jadi ini adalah cerita untuk tadi memberikan Selimut atau bantalan atau untuk masyarakat kita dari guncangan," ujarnya.

Sehingga, defisit akan mengalami penurunan sangat signifikan di bawah 4 persen dan pemulihan ekonomi, serta kinerja APBN yang baik akan menjadi bekal yang cukup baik bagi Indonesia dalam menghadapi guncangan global yang diperkirakan masih akan tinggi.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP