Rencana Pemindahan Stasiun Kereta Jarak Jauh ke Manggarai Dikritik, Ini Kata Kemenhub

Kamis, 10 Oktober 2019 16:50 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Rencana Pemindahan Stasiun Kereta Jarak Jauh ke Manggarai Dikritik, Ini Kata Kemenhub Stasiun Manggarai. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan berencana mengalihkan kereta jarak jauh ke Stasiun Manggarai. Nantinya, stasiun tersebut akan menjadi stasiun sentral dan Stasiun Gambir akan menjadi stasiun kereta listrik atau Commuter Line (KRL).

Namun rupanya rencana yang sudah drancang sejak lama tersebut mendapat kritikan pedas dari berbagai pihak. Stasiun Manggarai dan kawasan sekitarnya dinilai belum siap menjadi stasiun sentral, di mana nantinya kereta jarak jauh, KRL hingga kereta bandara akan berada di stasiun tersebut.

Kritik juga datang dari mantan menteri perhubungan sekaligus bapak Kereta Api Indonesia, yaitu Ignasius Jonan. Dia menyebutkan, kereta jarak jauh kurang cocok dipusatkan di Stasiun Manggarai sebab masih terlalu padat.

Saat dikonfirmasi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi enggan berkomentar banyak mengenai hal tersebut.

"itu nanti ya," kata Menhub Budi saat ditemui usai diskusi bertajuk 'Transportasi Massal di Ibu Kota Baru' Seperti Apa?' di Jakarta, Kamis (10/10).

Sementara itu, Kepala Litbang Kementerian Perhubungan Sugihardjo menyambut positif kritikan tersebut. Namun, dia menegaskan pemerintah telah melakukan studi dan mendesain konsep pembangunan tersebut secara menyeluruh dan sejak lama.

"Kalau pak Jonan kan bapak pembangunan KA di Indonesia. Beliau tahu persis kondisi Gambir ini paling lengkap lah dibanding Manggarai dan sebagainya," kata Sugihardjo.

Dia mengungkapkan salah satu tantangan dalam layanan perkeretaapian adalah terus meningkatnya penumpang KRL. Dia mengutip data saat ini penumpang KRL selalu jutaan.

Oleh sebab itu, lanjutnya, perlu ada pemisahan jalur antara KRL dengan KA Jarak Jauh.

"Penumpangnya saja sudah mencapai 1,2 juta (per hari), kalau mau tambah terus ini gak bisa. Karena jumlah penumpang padat karena frekuensi keretanya terbatas, tak bisa ditambah karena sudah sangat rapat, Yang ideal pemisahan itu bisa dilakukan dua hal: DDT (jalu dwi ganda) hingga Cikarang sudah selesai. Simpulnya didesain, Manggarai didesain untuk pisahkan jarak jauh dan KRL," ujarnya.

Dia menceritakan rencana menjadikan stasiun Manggarai menjadi stasiun sentral telah mencuat sejak zaman orde baru. Dia juga memastikan kawasan di sekitar stasiun Manggarai bakal ditata agar menjadi kawasan tertib lalu lintas dan terhindar dari kemacetan. "Kalau dijadikan simpul harus lakukan penataan menyeluruh, ada penataan kawasan stasiun," tegasnya.

Sementara itu, Stasiun Gambir akan tetap berfungsi namun beralih menjadi stasiun KRL. "Gambir itu tetap berfungsi. Gambir tidak dipindahkan, seperti sebagaimana fungsinya. Hanya hubnya itu di Manggarai," tutupnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini