Advertisement
Realisasi investasi semester I-2023 mencapai Rp678,7 triliun. Angka ini telah mencapai 48,5 persen dari target tahun ini sebesar Rp1.400 triliun. Tak hanya itu, Menteri Investasi Bahlil menyebut realisasi investasi di luar Jawa kini lebih besar dibandingkan di Pulau Jawa.
Advertisement
kata Bahlil dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan II 2023, di Kantor BKPM, Jakarta, Jumat (21/7).
Advertisement
Tingginya realisasi investasi tersebut berdampak pada penyerapan tenaga kerja sebanyak 849.181 orang.
"Jadi alhamdulillah badan saya tak jadi pendek lagi, InsyaaAllah saya kok optimis ya kita sudah lewat 1 semester ini bisa mencapai 1400 triliun, insyaaAllah mohon doalah," kata Bahlil.
Advertisement
Nilainya mencapai Rp354,9 triliun atau 52,3 persen. Realisasi ini tumbuh 16,1 persen. Sedangkan investasi ke Pulau Jawa tercatat sebesar Rp323,8 triliun atau 47,7 persen.
Advertisement
Angka ini tumbuh 17,1 persen. Lalu, tingkat penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp315,4 triliun atau 46,5 persen, tumbuh 15 persen.
Sementara itu, dilihat dari sebaran daerah, Jawa Barat masih memimpin realisasi investasi dengan nilai Rp103,7 triliun. Diikuti DKI Jakarta dengan Rp79,5 triliun, Jawa Timur Rp61,2 triliun, Sulawesi Tengah Rp56,4 triliun, dan Banten Rp50,6 triliun.
Advertisement
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi di Indonesia mencapai Rp 349,8 triliun di kuartal II-2023. Secara sebaran, ternyata penanaman modal masih didominasi oleh wilayah di luar Pulau Jawa.
Advertisement
Angka ini juga lebih tinggi 15,7 persen dari kuartal II-2022 lalu.
"Berkat kerja keras kita semua target investasi kita di kuartal II itu Rp 349,8 triliun tumbuh QoQ kalau dibandingkan tumbuh 6,3 p kakau ktia bandingkan dengan tahun lalu tumbuh 15,7 persen,"
ujar Bahlil dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan II dan Januari-Juni 2023, di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta, Jumat (21/7) lalu.
Advertisement