2.775 Penerbangan Terdampak Karhutla Sejak Agustus, 1.544 Dibatalkan

Data Kemenhub mencatat 2.775 penerbangan terdampak karhutla sejak 11 Agustus–21 Oktober 2026. Ada pembatalan, keterlambatan, hingga pengalihan. Ini penjelasanny

Immanuel Christian
Oleh Immanuel Christian- Reporter
2.775 Penerbangan Terdampak Karhutla Sejak Agustus, 1.544 Dibatalkan
Seorang nelayan menebarkan jala di tengah kabut asap tebal akibat kebakaran hutan di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Kamis (22/10/2026). (AP Photo/Muhammad Hatta)

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mencatat 2.775 penerbangan berjadwal domestik terdampak karhutla pada periode 11 Agustus hingga 21 Oktober 2026. Data ini menggambarkan skala gangguan operasional di berbagai bandar udara akibat kabut asap.

Dari total tersebut, 1.544 penerbangan mengalami pembatalan atau penundaan, sementara 1.170 penerbangan mengalami keterlambatan. Selain itu, terdapat 25 penerbangan yang dialihkan ke bandar udara lain, enam penerbangan kembali ke bandar udara keberangkatan, serta 30 penerbangan yang jadwalnya dimajukan.

Kabut asap menurunkan jarak pandang di sekitar bandar udara sehingga mengganggu proses lepas landas dan pendaratan. Kondisi ini juga berimbas pada operasi internasional, dengan pembatalan 14 penerbangan pada rute Singapura–Pontianak dan Singapura–Palembang.

Kemenhub melaporkan jumlah penerbangan domestik yang terdampak bertambah 171 dibandingkan data per 19 Oktober 2026. Sebaran gangguan menjangkau Nusa Tenggara Timur, selain Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

Menekankan aspek keselamatan, regulator memastikan jadwal hanya disesuaikan ketika jarak pandang belum memenuhi batas minimum operasional.

"Penyesuaian jadwal pada penerbangan yang terdampak karhutla semata-mata dilakukan demi keselamatan. Selama jarak pandang belum memenuhi batas minimum operasional, penerbangan tidak akan dipaksakan," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa dalam keterangan, Jumat (23/10/2026).

Untuk menjaga keselamatan penerbangan, Kemenhub berkoordinasi dengan penyelenggara bandar udara, AirNav Indonesia, maskapai, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Koordinasi mencakup penerapan prosedur jarak pandang rendah, penerbitan informasi operasional penerbangan, serta penyampaian informasi perubahan jadwal kepada penumpang.

"Kami terus mendorong seluruh pihak meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan. Penumpang juga kami minta mengikuti arahan petugas di bandar udara apabila terjadi perubahan jadwal," kata Lukman.

Operasi Water Bombing

Upaya pemadaman melalui operasi water bombing tercatat mencapai 5.320 siklus penerbangan hingga 20 Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan 39 pesawat dari 11 operator.

Kemenhub juga mencatat pembatalan 40 penerbangan yang dijadwalkan pada 22–25 Oktober 2026, antara lain pada rute dari dan menuju Pangkalan Bun, Sampit, Ketapang, dan Singkawang.

Penumpang diimbau memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai serta menghubungi maskapai untuk mengatur ulang jadwal atau mengajukan pengembalian biaya tiket.

Rekomendasi