IHSG Merosot 38,38 Persen Sepanjang 2026, OJK Ungkap Penyebabnya

IHSG turun 38,38% sejak awal 2026. OJK memaparkan faktor global yang menekan pasar dan pergerakan LQ45. Begini data terbarunya.

Tira Santia
Oleh Tira Santia- Reporter
IHSG Merosot 38,38 Persen Sepanjang 2026, OJK Ungkap Penyebabnya
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi dalam Rakornas TPAKD 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

IHSG melemah tajam sepanjang 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penurunan 38,38% secara year-to-date (YtD) per 21 Oktober 2026, menandai tekanan yang berlanjut di pasar saham domestik.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, memaparkan kondisi tersebut dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026.

"Sebagaimana kami kemarin melaporkan kepada Bapak bahwa saat ini perekonomian global sedang dalam tekanan. Dengan adanya faktor geopolitik, inflasi yang tinggi, suku bunga yang higher for longer, ini tentu saja membuat suasana menjadi sangat challengingbagi seluruh negara, (termasuk-red) di Indonesia," kata Friderica Widyasari Dewi.

Pernyataan itu disampaikan dalam Rakornas TPAKD 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Berdasarkan data kinerja pasar, IHSG berada di 8.646,94 pada 30 Desember 2025. Indeks utama Bursa Efek Indonesia tersebut kemudian turun ke 6.236,13 per 31 Juli 2026, atau terkoreksi 27,88% secara YtD.

Pada akhir Agustus 2026, IHSG sempat pulih ke 6.525,48, meski masih melemah 24,53% dibandingkan posisi akhir 2025. Tekanan kembali meningkat pada Oktober; per 21 Oktober 2026, IHSG berada di 5.328,36.

Pada sesi pembukaan perdagangan Kamis, 22 Oktober 2026, IHSG kembali dibuka melemah. Mengutip data RTI, indeks turun ke 5.247,97 dari penutupan sebelumnya di 5.328,36. Pada pukul 09.03 WIB, IHSG masih terkoreksi 1,53% di 5.246,29, dengan 526 saham terpantau melemah.

LQ45 Ikut Melemah

Sejalan dengan IHSG, OJK mencatat LQ45 juga mengalami tekanan sepanjang 2026. Indeks yang merefleksikan kinerja 45 saham berlikuiditas tinggi dan berkapitalisasi besar itu berada di 846,57 pada 30 Desember 2025.

Per 31 Juli 2026, LQ45 turun ke 621,24 atau terkoreksi 26,22% secara YtD. Indeks sempat menguat ke 643,82 di akhir Agustus 2026, namun masih melemah 23,95% dibandingkan posisi akhir 2025.

Pada 21 Oktober 2026, pelemahan berlanjut dengan LQ45 di level 535,76, turun 36,71% secara YtD. Dibandingkan akhir 2025, LQ45 telah berkurang 310,81 poin.

Rekomendasi