Dirut BPJS Sentil Pedagang Pakai Minyak Goreng 20 Kali, Minta Ada Sertifikasi

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menyoroti penggunaan minyak goreng berulang oleh pedagang makanan di pinggir jalan. Dia mendorong sertifikasi dan penguatan pengawasan untuk memastikan keamanan pangan.

Febika Indriyani
Oleh Febika Indriyani- Reporter
Dirut BPJS Sentil Pedagang Pakai Minyak Goreng 20 Kali, Minta Ada Sertifikasi
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof. dr. Ali Ghufron Mukti

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti menyoroti penggunaan minyak goreng berulang kali oleh penjual makanan di pinggir jalan. Dia menilai pengawasan terhadap keamanan pangan perlu diperkuat, termasuk melalui sertifikasi bagi para pedagang.

Hal itu disampaikan Ghufron dalam pemaparannya pada The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) yang diselenggarakan Perkumpulan Ketahanan Kesehatan Indonesia (PERTASINDO) di Hermina Grand Ballroom, Rabu (21/10/2026).

Ghufron menilai, keamanan pangan menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan kesehatan nasional. Menurut dia, masyarakat perlu mendapatkan jaminan bahwa makanan yang dijual dan dikonsumsi sehari-hari memenuhi standar kesehatan.

"Setiap penjual di pinggir jalan, itu jangan sampai 20 kali minyak goreng dipakai terus, itu karsinogenik," kata Ghufron.

Ghufron juga mendorong adanya sertifikasi yang jelas bagi penjual makanan. Melalui mekanisme tersebut, pedagang diharapkan dapat memenuhi standar keamanan pangan, sementara pengawasan dilakukan untuk memastikan makanan yang dijual aman dikonsumsi.

"Jadi, harus dikasih ini sudah lulus, ini enggak," ujarnya.

Minta Pengawasan Diperkuat

Ghufron menilai pemeriksaan terhadap pedagang makanan perlu dilakukan secara menyeluruh agar masyarakat mendapatkan perlindungan kesehatan yang lebih baik.

Dia turut menyinggung peran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam memastikan keamanan makanan yang beredar di masyarakat. Menurutnya, pengawasan tersebut perlu menjangkau penjual makanan di pinggir jalan.

Gagasan itu disampaikan di tengah pembahasan mengenai penguatan ketahanan kesehatan nasional melalui kerangka 5M, yakni Man, Money, Material, Machine, dan Methods.

Rekomendasi