Kenapa MSCI Bikin IHSG Anjlok 8%? Simak Penjelasannya

IHSG tersungkur akibat pengumuman MSCI. Pelajari apa itu Standalone Market, alasan terjadinya trading halt, dan sikap tepat investor di sini.

Auria Setiarum Cahayani
Kenapa MSCI Bikin IHSG Anjlok 8%? Simak Penjelasannya
Karyawan memfoto layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

 

Penyedia indeks global MSCI Inc resmi mulai konsultasi mengenai usulan untuk mengklasifikasikan ulang pasar saham Indonesia dari status pasar berkembang atau emerging market menjadi standalone market atau pasar mandiri. 

MSCI akan mengumumkan keputusan akhirnya pada akhir Juni 2027, dan dapat memberikan informasi terkini mengenai masukan dari pelaku pasar selama periode konsultasi berlangsung. 

Merespons laporan MSCI, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung anjlok pada pra perdagangan saham Jumat pagi, (16/10). Mengutip data RTI pada pukul 08.58 WIB, IHSG turun 8,01% menjadi 5.393,9. Indeks saham LQ45 8,33%. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.

Lalu, siapa sebenarnya MSCI? dan apa itu Standalone Market?

Apa itu MSCI Buat Pasar Saham Heboh?

Akhir 2019, IHSG Ditutup Melemah
Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

 

MSCI (Morgan Stanley Capital International) itu ibarat 'guru penilai' atau pembuat 'rapor' untuk pasar saham di seluruh dunia. Rapor dari MSCI ini jadi patokan wajib buat investor raksasa global. Kalau MSCI menyebut pasar saham suatu negara itu bagus dan masuk kriteria mereka, dana asing bakal masuk deras.

Tapi kalau MSCI memberi rapor jelek atau mengeluarkan suatu negara dari daftarnya, investor asing biasanya menarik uang mereka keluar.

Indonesia Mau Diturunkan Jadi Standalone Market, Apa Artinya?

Sesi Pertama Perdagangan, IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.734
Seorang pria melihat ponselnya di depan layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (BAY ISMOYO/AFP)

Bayangkan pasar saham global itu seperti sekolah. Selama ini, Indonesia ada di kelas favorit bernama Emerging Market (Negara Berkembang yang prospeknya bagus dan aman). Nah, MSCI sedang meninjau kemungkinan mengeluarkan Indonesia dari kelas tersebut dan memindahkannya ke Standalone Market.

Standalone Market itu ibarat 'kelas pojokan' yang terasingkan dari indeks utama. Kalau sampai masuk ke status ini, manajer investasi global otomatis menjual seluruh portofolio saham mereka di Indonesia, yang jumlahnya bisa mencapai triliunan rupiah.

Apakah Benar MSCI Buat IHSG Merosot?

Pasar Respons Negatif Pergantian Menteri Keuangan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ambruk. (AP Photo/Tatan Syuflana)

Merespons kabar buruk ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terjun bebas. Begitu pasar dibuka, IHSG langsung anjlok 8%. Kepanikan membesar hingga IHSG sempat tersungkur minus 10,61%. Banyak orang panik menekan tombol jual (aksi panic selling) agar tidak terjebak jika harga saham makin hancur.

IHSG Merosot dan Ramai soal 'Trading Halt', Apa Maksdunya?

Pembukaan Awal Tahun 2022 IHSG Menguat
Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Trading Halt itu ibarat rem darurat atau 'waktu pendinginan'. Saat pasar saham anjlok terlalu tajam dalam waktu singkat, sistem Bursa Efek Indonesia (BEI) akan otomatis menghentikan semua transaksi perdagangan saham sementara waktu.

Tujuannya? Supaya orang-orang tidak makin panik. BEI memberi jeda agar investor bisa bernapas, menenangkan diri, dan berpikir jernih alih-alih ikut-ikutan jualan membabi buta. Mengingat IHSG hari ini langsung jeblok 8% saat pembukaan, BEI otomatis langsung menarik rem darurat ini.

Jika Benar Masuk Daftar Standalone Market, Siapa 'Teman Sekelas' Indonesia?

Indeks Harga Saham Gabungan Akhir Tahun 2022 Ditutup Lesu
Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ini yang membuat pasar khawatir. Jika benar-benar turun kelas, Indonesia akan berada di kelompok negara-negara yang pasar keuangannya sedang bermasalah, diisolasi, atau tidak stabil. Beberapa negara yang saat ini berstatus Standalone Market adalah Rusia, Lebanon, Zimbabwe, hingga Palestina.

Bagaimana Tanggapan BEI dan Investor Harus Apa?

Naik 1,22 Persen saat Penutupan, IHSG Menguat
Bursa Efek Indonesia. (BAY ISMOYO/AFP)

BEI sebagai penyelenggara pasar saham Indonesia tentu tidak tinggal diam. Mereka akan terus berkoordinasi dan berupaya agar mekanisme serta likuiditas pasar kita tetap memenuhi standar internasional sehingga tidak jadi "ditendang" oleh MSCI.

Untuk Anda yang berinvestasi saham, hal terpenting saat ini adalah jangan panik berlebihan. Badai berita memang membuat pasar terguncang sementara. Jadikan momen ini untuk wait and see (pantau dulu), cek ulang saham-saham di portofolio kamu yang bisnis aslinya tetap bagus, dan tunggu hingga kepanikan mereda sebelum mengambil keputusan besar.

Rekomendasi