Terjunkan 1.476 Patriot Muda, Kementrans Petakan Potensi Ekonomi Rempang Eco-City

Kementrans turunkan Tim Ekspedisi Patriot ke Rempang Eco-City untuk dorong perikanan, wisata, & UMKM lokal.

Cinta Najwa Fauzi
Oleh Cinta Najwa Fauzi - Reporter
Terjunkan 1.476 Patriot Muda, Kementrans Petakan Potensi Ekonomi Rempang Eco-City
Tim Transmigrasi Patriot Universitas Indonesia, Batam (10/10/2026).

Kementerian Transmigrasi menerjunkan sebanyak 1.476 Patriot Muda yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot ke 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Langkah strategis lewat Program Transmigrasi Patriot ini dijalankan untuk memetakan potensi ekonomi sekaligus merumuskan solusi atas berbagai persoalan masyarakat lokal berbasis data lapangan secara langsung.

Di kawasan Rempang Eco-City, Batam, Kepulauan Riau, salah satu tim berfokus penuh mendampingi warga setempat dalam mengoptimalkan sektor perikanan, pariwisata, hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pendampingan terpadu ini dihadirkan untuk mendongkrak potensi ekonomi lokal agar memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Anggota Tim Ekspedisi Patriot dari Universitas Indonesia (UI), Ary Maulana, menjelaskan bahwa timnya menjalankan riset mendalam sekaligus pendampingan selama empat bulan, terhitung sejak Agustus hingga November 2026. Tim yang terdiri dari lima mahasiswa di bawah bimbingan seorang dosen UI ini mengawali kegiatannya dengan memetakan kondisi sosial-ekonomi warga di Rempang Eco-City.

"Jadi, kita dari riset itu akhirnya kita melakukan pendampingan selama empat bulan, gimana caranya tiga sektor ini bisa berkembang dan juga bisa meningkatkan kesejahteraan dari warga Rempang Eco-City," kata Ary kepada tim Merdeka.com di Batam, Sabtu (10/10/2026).

Melalui riset tersebut, tim melakukan sensus terhadap 262 keluarga yang telah bermukim di kawasan tersebut selama sekitar satu tahun. Mayoritas warga berada di kelompok usia 40-an tahun dengan mata pencaharian utama sebagai petani, nelayan, dan ibu rumah tangga, sementara sebagian lainnya bekerja serabutan. Dari segi pendidikan, generasi muda atau Gen Z dominan menyelesaikan pendidikan tingkat SMA, sedangkan kelompok usia di atasnya umumnya menempuh pendidikan dasar hingga menengah pertama.

Hasil Riset Menunjukkan Warga Puas dengan Transmigrasi

Hasil Survei Aspirasi Masyarakat Rempang Eco City
Hasil Survei Aspirasi Masyarakat Rempang Eco City yang dilakukan oleh Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga, Batam (10/10/2026).

Menariknya, hasil riset menunjukkan bahwa mayoritas warga merasa nyaman dan betah tinggal di Rempang Eco-City. Mereka bahkan menyampaikan harapan untuk dapat terus bertahan di kawasan tersebut dalam lima tahun mendatang seiring dengan perkembangan pembangunan yang terus berjalan. Warga juga berharap kehadiran industri-industri baru kelak dapat membuka lapangan pekerjaan luas bagi masyarakat lokal.

Ary menegaskan bahwa temuan riset tersebut menjadi dasar utama dirancangnya program pendampingan empat bulan untuk mengakselerasi tiga sektor unggulan di Rempang Eco-City.

Pada sektor pariwisata, tim terfokus mendorong potensi wisata alam seperti kawasan mangrove, spot pemancingan, serta daya tarik Pulau Mubut Darat. Ary mengungkapkan bahwa potensi wisata pemancingan di daerah ini bahkan telah berhasil memikat wisatawan dari Singapura dan Malaysia. Untuk menjaga keberlanjutannya, tim membentuk Kelompok Sadar Wisata yang melibatkan anak muda lokal, mendampingi penyusunan proposal investasi, serta memberikan pelatihan manajerial.

Sementara itu, di sektor perikanan, fokus pendampingan diarahkan pada optimalisasi penggunaan 16 kapal bantuan dari Kementerian Transmigrasi. Berdasarkan data tiga bulan terakhir, produksi ikan kawasan tersebut berada di angka dua ton per bulan dan diproyeksikan melonjak hingga lima sampai sepuluh ton per bulan. Guna mengatasi kendala tata kelola koperasi yang kerap menghadapi persoalan transparansi, tim membekali para pengurus koperasi nelayan dengan pelatihan manajerial, literasi keuangan, serta digitalisasi usaha.

Sektor UMKM

Pada sektor UMKM, Tim Ekspedisi Patriot UI memberikan pendampingan intensif kepada 21 pelaku usaha lokal. Seluruh UMKM binaan kini telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sedang didorong untuk menyelesaikan sertifikasi halal serta izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Upaya ini dipadukan dengan pelatihan pemasaran digital agar produk lokal Rempang dapat menembus pasar yang lebih luas di luar kawasan.

Rangkaian intervensi di Rempang Eco-City ini sejalan dengan agenda besar Kementerian Transmigrasi yang tengah merevitalisasi 45 kawasan transmigrasi prioritas pada tahun 2026 dari total 154 kawasan di Indonesia.

Melalui tagline “Transmigrasi Baru Dimulai”, Kementerian Transmigrasi menegaskan bahwa transmigrasi kini berfokus pada peningkatan kualitas hidup dan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, bahkan setelah masa tugas Tim Ekspedisi Patriot berakhir.

 

Rekomendasi