Mengenal Inovasi BIODES, Padukan Limbah Pertanian dan Budidaya di Lahan Marjinal

Saat gagal panen jagung melanda, budidaya tanaman energi di lahan marjinal Cilacap lewat BIODES beri tambahan penghasilan warga Rp100.000 per hari.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Mengenal Inovasi BIODES, Padukan Limbah Pertanian dan Budidaya di Lahan Marjinal
Mengenal BIODES, Solusi Sulap Limbah Jadi Rezeki Saat Paceklik

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berkomitmen dalam memperkuat pasokan energi bersih nasional lewat penguatan ekonomi kerakyatan. Melalui inovasi BIODES (Biomassa dari Desa), PLN EPI mengintegrasikan potensi pertanian terpadu, pemberdayaan masyarakat, dan rantai pasok lokal untuk menjaga keberlanjutan program cofiring pembangkit listrik. 

Inovasi yang memadukan limbah pertanian, perkebunan, kehutanan, serta budidaya tanaman energi di lahan marjinal ini dipaparkan dalam Knowledge Hub Enlit Asia MKI Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Tangerang.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan mengatakan BIODES menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun ekosistem biomassa yang berkelanjutan dengan mengoptimalkan potensi sumber daya di tingkat desa.

"BIODES merupakan wujud komitmen PLN EPI dalam membangun ekosistem biomassa yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan energi, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan. Dengan mengintegrasikan potensi biomassa desa, pertanian terpadu, serta rantai pasok yang terkelola, kami berupaya menghadirkan pasokan biomassa yang berkualitas dan berkelanjutan sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam mendukung transisi energi Indonesia," ujar Mamit, Rabu (30/9).

Kehadiran BIODES sekaligus menjadi solusi atas tantangan keterbatasan pasokan biomassa. Berdasarkan data Kementerian ESDM tahun 2022, potensi biomassa limbah siap pakai diproyeksikan jenuh di angka 2,4 juta ton. Padahal, RUPTL 2025–2034 menargetkan kebutuhan cofiring yang menyisakan celah pasokan hingga 7,6 juta ton.

Guna menutup celah tersebut, PLN EPI menerapkan enam strategi utama: optimasi potensi desa, pola tumpang sari tanaman energi dengan komoditas pangan, rantai pasok berkonsep spoke-hub, peningkatan mutu biomassa, digitalisasi marketplace, hingga integrasi desa dengan industri.

Officer Strategi dan Pengembangan Bisnis Biomassa PLN EPI sekaligus perwakilan tim BIODES Khalda Az Zahra menjelaskan bahwa inovasi tersebut tidak hanya mengandalkan biomassa dari limbah, tetapi juga mendorong pengembangan tanaman energi secara produktif dan terintegrasi dengan komoditas pangan.

"Melalui BIODES, kami ingin mengoptimalkan potensi biomassa yang ada di desa sekaligus membangun rantai pasok yang lebih terintegrasi. Tidak hanya mengandalkan limbah yang sudah tersedia, BIODES juga mendorong penanaman tanaman energi secara tumpang sari dengan tanaman pangan, sehingga aspek keberlanjutan pasokan biomassa dapat berjalan beriringan dengan manfaat ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat desa," ujar Khalda.

Pilot Proyek BIODES

Pilot proyek BIODES telah berjalan di Kabupaten Cilacap sejak 2023 dengan memanfaatkan 106 hektare lahan marjinal. Alur kerjanya dimulai dari sosialisasi, penerapan pertanian terpadu, pengumpulan di SUB-HUB, pengolahan oleh BUMDes, hingga pengiriman pasokan ke PLTU Adipala yang dipantau secara digital. 

Skema ini memproyeksikan tambahan pasokan biomassa 15.000 ton per tahun, menyerap 330 petani, menciptakan 25 lapangan kerja baru, serta menambah pendapatan petani kecil hingga Rp100.000 per hari per pekerja. Secara lingkungan, program ini berpotensi memangkas emisi gas rumah kaca hingga 6.750 ton CO2 e guna mendukung target Net Zero Emissions (NZE). 

Dampak positifnya langsung dirasakan warga lokal, terutama saat menghadapi tantangan iklim. Kepala Desa Keleng Arsidi mengatakan tanaman energi dapat menjadi alternatif sumber pendapatan masyarakat, khususnya ketika hasil komoditas pertanian utama mengalami penurunan.

"Akibat musim yang tidak menentu, tahun ini kami mengalami gagal panen jagung. Alhamdulillah dengan adanya penanaman gamal dan kaliandra dapat menjadi tambahan pendapatan kami di kala musim paceklik," ujar Arsidi.

Berangkat dari sukses di Cilacap, PLN EPI membidik perluasan ke Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur, hingga menyasar luar Pulau Jawa dengan target akhir mencakup 100 desa. Langkah ini sekaligus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Rekomendasi